kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah janji bentuk tim independen tentukan HPP gula yang adil


Selasa, 05 Maret 2019 / 17:45 WIB


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seruan petani tebu agar pemerintah menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gula akhirnya direspon Presiden Joko Widodo. Pemerintah berencana membentuk tim independen untuk menentukan HPP gula pada Maret 2019 ini.

Tim independen yang akan dibentuk ini akan menyelidiki apa saja komponen yang memengaruhi harga gula sebelum merekomendasikan harga ideal untuk HPP gula. Sehingga harga gula diharapkan membawa keuntungan bagi petani dan konsumen mendapat harga yang adill.

"Intinya bagaimana kita membuat petani untung tapi konsumen tidak terbebani," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman udai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu petani tebu, Selasa (5/3).

Amran bilang tim tersebut akan mulai dibentuk bulan Maret ini. Tim itu nantinya akan diisi oleh sejumlah pihak selain pemangku kepentingan seperti akademisi pertanian.

Meski begitu Amran masih belum mengumumkan kapan HPP gula akan disampaikan. Namun, diharapkan bulan ini pembahasan HPP tersebut dapat selesai bulan ini juga.

"Tunggu tanggal mainnya, kita akan sampaikan pada waktu yang tepat," terang Amran.

Sebelumnya sejumlah petani tebu meminta pemerintah menaikkan HPP gula. Pasalnya HPP saat ini sudah tidak sesuai dengan biaya pokok produksi (BPP).

Asal tahu saja, saat ini HPP gula sebesar Rp 9.700 per kilogram (kg). Sementara petani meminta kenaikkan HPP mencapai angka Rp 10.500 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×