kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.951   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.029   145,19   2,47%
  • KOMPAS100 784   20,86   2,73%
  • LQ45 593   15,00   2,59%
  • ISSI 209   5,74   2,82%
  • IDX30 336   8,84   2,70%
  • IDXHIDIV20 412   9,41   2,34%
  • IDX80 89   2,31   2,66%
  • IDXV30 112   2,85   2,62%
  • IDXQ30 108   2,88   2,74%

Pemerintah ingin naikkan manufaktur ke 30% PDB


Rabu, 25 Maret 2015 / 19:00 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi saham dari KB Valbury Sekuritas untuk perdagangan bursa Kamis (12/10)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah ingin terus meningkatkan industri manufaktur. Momentum rupiah yang mengalami depresiasi seperti sekarang ini menjadi waktu yang tepat untuk mendorong industri ini.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pemerintah telah melakukan reformasi anggaran sehingga anggaran infrastruktur bisa naik signifikan. Yang saat ini perlu dilakukan pemerintah adalah reformasi pada sektor riil untuk menyikapi defisit transaksi berjalan.

Reformasi sektor riil yang dimaksud pemerintah adalah pada sektor manufaktur. Pemerintah ingin mempunyai industri manufaktur yang kuat yang bisa menopang ekonomi.

"Manufaktur harus dinaikkan dari saat ini 22%-23% dari PDB ke 30% dari PDB," terang Bambang, Rabu (25/3).

Momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk mendorong manufaktur karena bertopang pada sektor komoditas tidak dapat dilakukan lagi.

Terkait investasi swasta, diakuinya, pemerintah akan mengajak lebih banyak lagi swasta untuk masuk. Maka dari itu reformasi kebijakan pemerintah harus terus dilakukan untuk menciptakan confidens swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×