kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pemerintah ingin naikkan manufaktur ke 30% PDB


Rabu, 25 Maret 2015 / 19:00 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi saham dari KB Valbury Sekuritas untuk perdagangan bursa Kamis (12/10)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah ingin terus meningkatkan industri manufaktur. Momentum rupiah yang mengalami depresiasi seperti sekarang ini menjadi waktu yang tepat untuk mendorong industri ini.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pemerintah telah melakukan reformasi anggaran sehingga anggaran infrastruktur bisa naik signifikan. Yang saat ini perlu dilakukan pemerintah adalah reformasi pada sektor riil untuk menyikapi defisit transaksi berjalan.

Reformasi sektor riil yang dimaksud pemerintah adalah pada sektor manufaktur. Pemerintah ingin mempunyai industri manufaktur yang kuat yang bisa menopang ekonomi.

"Manufaktur harus dinaikkan dari saat ini 22%-23% dari PDB ke 30% dari PDB," terang Bambang, Rabu (25/3).

Momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk mendorong manufaktur karena bertopang pada sektor komoditas tidak dapat dilakukan lagi.

Terkait investasi swasta, diakuinya, pemerintah akan mengajak lebih banyak lagi swasta untuk masuk. Maka dari itu reformasi kebijakan pemerintah harus terus dilakukan untuk menciptakan confidens swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×