kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.653   -287,83   -4,84%
  • KOMPAS100 742   -43,11   -5,49%
  • LQ45 562   -27,41   -4,65%
  • ISSI 195   -10,67   -5,18%
  • IDX30 319   -14,72   -4,41%
  • IDXHIDIV20 397   -15,27   -3,71%
  • IDX80 84   -4,60   -5,18%
  • IDXV30 109   -4,78   -4,22%
  • IDXQ30 103   -4,44   -4,12%

Pemerintah ingin buat kesepakatan perdagangan bebas dengan Sri Lanka


Kamis, 25 Januari 2018 / 09:45 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo di kolombo, Sri Lanka menerima kunjungan Pemimpin Oposisi Parlemen Sri Lanka, Rajavarothiam Sampanthan. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi ingin hubungan diplomatik yang telah terjalin antara Indonesia-Sri Lanka dipererat.

Peningkatan hubungan tersebut salah satunya dia minta dilakukan dalam bidang ekonomi. "Untuk penguatan tersebut, saya mendorong pembentukan Free Trade Agreement serta pembangunan kerjasama kapasitas," ungkap Jokowi dalam pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Rabu (24/1) malam.

Selain bidang ekonomi, Jokowi juga berharap, peningkatan kerjasama juga dilakukan oleh parlemen Indonesia-Sri Lanka. Jokowi menyatakan, Indonesia siap bertukar pengalaman dengan Sri Lanka dalam pembangunan bangsa.

Presiden Joko Widodo pekan ini melakukan kunjungan ke Asia Selatan. Setidaknya, ada lima negara; Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, dan India yang akan dikunjungi Jokowi.

Bey mengatakan, ada beberapa agenda yang akan dilakukan Jokowi dalam kunjungan tersebut. "Di India, Presiden akan menghadiri KTT Asean- India dan peringatan 25 tahun kemitraan Asean- India," katanya.

Di India, Jokowi kata Bey juga akan membahas rencana kerjasama maritim, ekonomi dan keamanan kawasan serta internasional.

Archandra Tahar, Wakil Menteri ESDM sebelumnya mengatakan, dalam kunjungan Jokowi ke Asia Selatan pemerintah juga akan menandatangani kesepakatan jual beli gas dengan Pakistan dan Bangladesh. Jual beli akan dilakukan oleh Pertamina dan pihak Pakistan dan Bangladesh. "Jual beli untuk 10 tahun, nilainya US$ 6 miliar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×