kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemerintah gelar rapat konversi BBM ke biofuel


Rabu, 16 April 2014 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Cara buat template di Capcut.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil presiden (Wapres) Boediono, Rabu pagi ini (16/4) menggelar rapat terbatas yang membahas mengenai pelaksanaan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke biofuel.

Salah satu fokus yang akan dibahas adalah mengenai evaluasi pelaksanaan konversi BBM ke biofuel alias Bahan Bakar Nabati (BBN).

Dalam rapat yang dipimpin Boediono itu hadir sejumlah menteri bidang perekonomian seperti Menteri Koordinator Bidang perekonomian Hata Rajasa, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Menurut Jero, pelaksanaan konversi biofuel sudah sesuai dengan rencana. Namun demikian, pemerintah perlu meningkatkan lebih tinggi lagi konversinya.

Saat ini, pemerintah telah mengonversi 10% solar dengan biofuel, sehingga kandungan BBM-nya berkurang. "Ke depan, kita inginnya meningkat jadi 20%," ujar Jero.

Sementara, menurut Hata, bila kebijakan konversi BBM ke biofuel ini diharapkan bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan, alias current account deficits (CAD). Selain dihadiri oleh sejumlah menteri rapat tersebut juga dihadiri oleh DIrektur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×