kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pemerintah dorong milenial untuk mengelola sampah


Sabtu, 24 April 2021 / 12:05 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kominfo mengedukasi milenial untuk peduli terhadap lingkungan melalui Creativetalks Pojok Literasi Cintai Lingkungan, Pilah Sampah Dari Rumah Yuk! yang diadakan secara langsung dan disiarkan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. 

Direktur Informasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkary menyampaikan bahwa banyak persoalan sampah memang bukan persoalan yang sederhana di Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh milenial salah satunya adalah memilah sampah dari rumah. 

“Anak-anak muda sekarang harus segera take action  untuk turut serta melakukan pengelolaan sampah, apalagi saat ini Indonesia merupakan negara penghasil limbah plastik terbesar ke dua di dunia. Gunakan jaringan internet untuk hal-hal bermanfaat. Salah satunya dengan berbelanja barang-barang hasil karya produsen lokal akan turut menggerakkan UMKM, bahkan kita bisa turut memasarkan hasil kreasi kita melalui berbagai marketplace yang ada," kata Septry dalam keterangannya, Sabtu (24/4). 

Baca Juga: Bangga Buatan Indonesia: Generasi muda motivasi kuat Bateeq bisa eksis

Sementara itu Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif menjelaskan bahwa Potret persoalan sampah yang ada di Indonesia bisa digambarkan bahwa sampah yang dapat kita kelola hanya sebesar 2 juta ton, sedangkan sampah yang tidak terkelola sebesar 4,2 juta ton. Hal ini sangat meresahkan, karena sampah-sampah ini sebagian besar berakhir di laut. " Masalah sampah merupakan tanggung jawab semua orang, karena semua orang turut andil dalam membuang sampah," jelas Rofi. 

Di sisi lain, pengelola Bank Sampah Vida, Bekasi, Nia Kurniasih bercerita tentang Program Bank Sampah Vida Bekasi antara lain program tabungan regular, pendidikan, hari raya, dan sosial. Rencana program kami ke depan adalah pemilihan duta sampah yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. 

"Bank Sampah menjadi salah satu solusi pengurangan volume sampah ke TPA. Harapan kami, nantinya anak-anak muda ini dapat menjadi regenerasi yang nantinya dapat menggantikan kami untuk mengelola Bank Sampah Vida Bekasi, agar pengelolaan sampah di lingkungan kami bisa terus berjalan," kata Nia. 

Kegiatan Webinar Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo diikuti 200 orang peserta yang hadir secara offline dan daring. 

Selanjutnya: Royal Lestari Utama meluncurkan program pemberdayaan orang rimba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×