kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.020   20,00   0,12%
  • IDX 7.069   -115,60   -1,61%
  • KOMPAS100 977   -15,58   -1,57%
  • LQ45 718   -9,01   -1,24%
  • ISSI 253   -4,17   -1,62%
  • IDX30 389   -4,09   -1,04%
  • IDXHIDIV20 483   -3,99   -0,82%
  • IDX80 110   -1,58   -1,41%
  • IDXV30 134   -0,70   -0,52%
  • IDXQ30 127   -1,31   -1,02%

Pemerintah diminta perbaiki empat hal untuk capai pertumbuhan 7%


Kamis, 19 Januari 2012 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Target penjualan Proyek residensial. KONTAN/Baihaki/22/2/2011


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel yakin pertumbuhan ekonomi 2012 bisa mencapai 7% setelah Moody's Investor Service menaikkan peringkat utang Indonesia. Asalkan, dia bilang pemerintah mampu mewujudkan empat hal penting di tahun ini.

Keempat hal itu yakni, pertama, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara efektif dan ekspansif. Kedua, aliran modal investasi asing harus bisa dioptimalkan ke sektor riil dan tidak terkosentrasi di sektor finansial saja.

Ketiga, pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik akibat kebijakan pembatasan BBM pada 1 April mendatang. Keempat, pemerintah harus mampu memperbaiki birokrasi berjalan lebih efektif sehingga belanja negara terserap ke pembangunan-pembangunan yang lebih produktif.

Karena itu, Kemal menyarankan pemerintah serius mengatasi permasalahan klasik belanja keuangan negara termasuk membenahi belanja negara supaya lebih efektif dan produktif. Dia juga meminta pemerintah memperbaiki siklus perencanaan APBN supaya penyerapan belanja modal bisa lebih optimal.

Bukan hanya itu, Kemal juga mendesak pemerintah segera menerbitkan obligasi infrastruktur untuk membiayai belanja infrastruktur yang besar. Sebab, Kemal mencatat dana di APBN yang tersedia baru Rp57,3 triliun padahal kebutuhannya mencapai Rp363,5 triliun. "Program MP3EI harus segera dieksekusi dengan cepat, jangan hanya menjadi proyek impian saja," katanya dalam rilis yang dikirimkan kepada KONTAN, Kamis (19/1).

Kemal menepis proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan Indonesia hanya 6,3% pada tahun ini. Menurutnya. proyeksi IMF sangat dipengaruhi asumsi pemulihan krisis di Eropa dan Amerika Serikat sehingga berimbas cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×