kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.525   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pemerintah cek kondisi WNI di Jepang


Jumat, 11 Maret 2011 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Gagasan rencana desain Ibu Kota Negara ibukota baru RI di Kalimantan Timur Kaltim


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah sedang mengecek kondisi warga negara Indonesia (WNI) pascagempa 8,9 skala richter yang memicu tsunami di pesisir timur Pulau Honshu, Jepang. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bilang, jumlah WNI di Jepang mencapai 31.517 orang.

Marty mengaku sempat kesulitan menghubungi kedutaan besar Indonesia di Tokyo pascatsunami. Tapi setelah berulangkali mencoba akhirnya bisa tersambung juga. "Kami segera menghimpun semua informasi secepat mungkin," kata Marty, Jumat (11/3).

Marty menjelaskan, jumlah WNI di terbanyak terdapat di Tokyo, ibukota Jepang. Jumlahnya mencapai sekitar 24.000 orang. "Ini semua ada data-data dimana mereka berada dan kami harus coba memastikan keberadaan mereka," ujarnya.

Dia yakin pemerintah Jepang telah mengambil langkah strategi untuk melindung semua orang, termasuk WNI. Sebab, Jepang adalah salah satu negara yang paling siap menyikapi bencana seperti ini.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Inggris itu menjanjikan segera membuka nomor telepon khusus posko Kementerian Luar Negeri bagi mereka yang memiliki keluarga di Jepang. "Saya segera mengumumkan dalam waktu dekat," imbuh Marty.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menambahkan, pemerintah sudah memberi instruksi kepada pemerintah daerah segera bertindak seiring dengan pengumuman Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) tentang dampak tsunami di Jepang terhadap daerah di kawasan timur Indonesia. "Kalau wilayah, kami sudah memberikan peringatan agar mereka waspada," terangnnya.

BMKG merilis Tsunami akibat gempa Jepang dengan Magnitude 8.9 skala richter diperkirakan tiba di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, 18:35 WIB atau 19:35 Wita atau 20:35 WIT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×