kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Pemerintah bolehkan KEK Industri di Jawa, jika memenuhi syarat berikut


Kamis, 10 Oktober 2019 / 18:38 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Wahyu Utomo (tengah) didampingi Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto (kiri) dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengemba


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Wahyu Utomo mencontohkan, KEK Kendal misalnya, ditargetkan mampu mengekspor senilai US$ 5 miliar dalam lima tahun pertama pengoperasiannya.

Ke depan, Wahyu melanjutkan, tiap KEK diminta untuk memiliki targetnya masing-masing. 

Kedua, industri tersebut memproduksi barang substitusi impor. Artinya, industri yang menghasilkan produk yang sebelumnya belum ada atau belum cukup produksinya di Indonesia.

Darmin mencontohkan, industri tekstil yang selama ini banyak mengekspor produk garmen namun di saat yang sama juga banyak butuh pasokan impor.

Baca Juga: Dukung revisi aturan Tax Holiday untuk KEK, Kadin: Selama ini banyak multitafsir

 Ketiga, industri yang berbasis teknologi tinggi atau sesuai dengan industri 4.0. “Semua ini akan dimulai dengan KEK Kendal yang bulan depan PP (peraturan pemerintah) untuk penetapannya akan dikeluarkan,” kata Darmin. 

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan KEK Singhasari di Malang, Jawa Timur dengan luas wilayah sekitar 120 hektare Wahyu mengatakan KEK ini memiliki kegiatan utama di bidang pariwisata dan ekonomi digital atau pengembangan teknologi. 

“Kita akan utamakan untuk pariwisata dulu dengan mengusung potensi wisata-wisata yang ada di sekitarnya sebagai daya tarik KEK Singhasari. Selanjutnya, juga ekonomi digital,” ujar Wahyu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×