kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah bentuk tim penilai kebijakan krisis


Jumat, 13 September 2013 / 13:46 WIB
Pemerintah bentuk tim penilai kebijakan krisis
ILUSTRASI. Menggosok gigi perlu dilakukan di waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan dan merawat gigi dari resiko kerusakan. Foto Wikimedia.org


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pada rapat terbatas di kantor Kepresidenan kamis malam (12/9), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pemerintah perlu membentuk tim terpadu yang bertugas mengukur keberhasilan empat paket kebijakan pemerintah dalam merespon krisis ekonomi.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat. Hatta menjelaskan misalnya saja mengenai paket kebijakan tentang perbaikan neraca transaksi berjalan dan menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Salah satu kebijakan yang diambil disini adalah menurunkan impor minyak dan gas serta meningkatkan porsi biodiesel untuk campuran solar secara mandatori sebesar 10%.

"Maka ukuran keberhasilannya adalah kita tetapkan pada tahun 2013 seluruh tranportasi yang menggunakan BBM PSO 10% sudah berjalan. Nanti kebijakan ini dikontrol Pertamina," kata Hatta.

Sementara transportasi yang non PSO sampai akhir 2013 sudah menggunakan 3% biodiesel. Industri dan komersil sudah menggunakan 5% biodiesel. Jadi industri di luar PLN harus menggunakan 5% biodiesel. Sedang untuk pembangkit listrik menggunakan campuran biodiesel 7,5%.

"Dengan demikian, maka kita mengontrol dari ukuran keberhasilan tersebut dengan penetapan harga indeks pasar biodiesel. Karena ini bersifat mandatori, maka pasar biodiesel harus terbentuk," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×