kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Pemerintah Bentuk Pokja Baru Demi Perluas Akses Pasar & Diplomasi Ekonomi


Rabu, 24 Juni 2026 / 16:38 WIB
Pemerintah Bentuk Pokja Baru Demi Perluas Akses Pasar & Diplomasi Ekonomi
ILUSTRASI. Potensi pertumbuhan industri kosmetik Indonesia (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengakselerasi berbagai program prioritas untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) IV Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Hubungan Internasional dalam Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3-MPPE).

Pokja IV dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satgas P3-MPPE dengan mandat mengoptimalkan diplomasi ekonomi guna memperluas akses pasar, memperkuat kerja sama ekonomi internasional, dan meningkatkan investasi nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan isu kerja sama ekonomi internasional memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, berbagai agenda seperti perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA), perjanjian perdagangan bebas (FTA), hingga negosiasi tarif menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi nasional.

Baca Juga: IMD Beri Peringatan! Daya Saing Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

"Karena isu-isu kerja sama ekonomi internasional sangat penting. Terutama kaitannya dengan CEPA, FTA, kemudian negosiasi tarif dan sebagainya yang sangat berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi kita," ujar Susiwijono dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).

Dalam Rapat Koordinasi Pokja IV di Kantor Kemenko Perekonomian tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menjelaskan bahwa Pokja IV menjalankan tiga pilar strategis utama diplomasi ekonomi Indonesia.

Pilar pertama adalah analisis dan strategi pasar yang berfokus pada penghimpunan serta analisis data potensi geoekonomi, identifikasi hambatan perdagangan dari negara mitra, hingga pemetaan peluang perluasan akses pasar dan investasi.

Pilar kedua yakni diplomasi dan koordinasi yang mencakup perumusan langkah strategis bersama kementerian dan lembaga terkait, percepatan penyelesaian perundingan kemitraan ekonomi, serta penguatan peran kepemimpinan Indonesia di berbagai forum internasional.

Sementara pilar ketiga adalah rekomendasi dan implementasi kebijakan. Melalui pilar ini, Pokja IV mendorong harmonisasi regulasi domestik dengan standar global, mengawal percepatan ratifikasi perjanjian internasional, serta menyelesaikan berbagai kendala implementasi agar manfaat kerja sama ekonomi dapat dirasakan lebih optimal oleh pelaku usaha dan perekonomian nasional.

Edi menekankan pentingnya pendekatan yang lebih proaktif dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya sektor industri padat karya yang menghadapi persaingan ketat di pasar global.

Baca Juga: Ancaman 55.000 PHK Manufaktur, CORE Usul Pemerintah Bentuk Sistem Peringatan Dini

"Lalu yang terkait pendampingan pelaku usaha, kita harus proaktif melihat berbagai macam persoalan. Kita perlu juga memperjuangkan seperti industri padat karya yang pasarnya sekarang cukup besar, tapi kita bersaing di dalam pasar yang sempit. Untuk itu, kita perlu tingkatkan kerja sama dengan para pelaku usaha. Sehingga ketika pasar kita meluas, bisa langsung dimanfaatkan oleh para pelaku usaha," kata Edi.

Untuk mendukung efektivitas kerja Pokja IV, pemerintah juga memperkenalkan Sistem Informasi Program Accelerating Core Economics (PACE). Platform tersebut menjadi sistem pelaporan dan pemantauan kerja sama ekonomi dan investasi terpadu lintas sektor yang memuat informasi mengenai jenis kesepakatan, masa berlaku, bidang kerja sama, capaian investasi dan ekspor, hingga berbagai kendala implementasi yang dihadapi.

Susiwijono berharap seluruh anggota Pokja IV dapat aktif berkoordinasi dan memanfaatkan sistem yang telah disiapkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu kerja sama ekonomi internasional yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Selain tadi sudah disiapkan semacam platform sistemnya, jadi secara substansi mungkin terus dikoordinasikan mengingat waktunya sangat pas untuk mendorong berbagai isu yang juga sangat signifikan pengaruhnya terhadap ekonomi kita," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×