kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.539.000   -2.000   -0,13%
  • USD/IDR 15.869   11,00   0,07%
  • IDX 7.307   111,54   1,55%
  • KOMPAS100 1.124   19,40   1,76%
  • LQ45 895   18,24   2,08%
  • ISSI 223   1,99   0,90%
  • IDX30 458   9,44   2,10%
  • IDXHIDIV20 552   11,88   2,20%
  • IDX80 129   1,99   1,57%
  • IDXV30 137   2,21   1,64%
  • IDXQ30 152   3,39   2,27%

Pemerintah Akan Kembali Salurkan Bantuan Pangan Beras pada Desember 2024


Senin, 25 November 2024 / 07:15 WIB
Pemerintah Akan Kembali Salurkan Bantuan Pangan Beras pada Desember 2024
ILUSTRASI. Pekerja menata karung berisi beras ukuran 10 kilogram di gudang Perum Bulog Kanwil provinsi Aceh, kabupaten Aceh Besar, Kamis (4/1/2024). ANTARA FOTO/Ampelsa/foc. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan beras akan kembali disalurkan pada Desember 2024.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan beras akan kembali disalurkan pada Desember 2024.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, bantuan pangan beras masing-masing sebanyak 10 kg beras yang diberikan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan digelontorkan kembali pada bulan Desember 2024. 

Bantuan pangan beras seperti yang telah direncanakan sebelumnya, akan digelontorkan di bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2024. 

"Bulan November ini tidak ada penyaluran bantuan pangan beras. Bantuan pangan beras akan dimulai lagi bulan Desember untuk 22 juta penerima bantuan," terang Arief dalam keterangan pers, Minggu (24/11).

Baca Juga: Jelang Nataru, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman

Arief optimis intervensi berupa bantuan pangan beras dan gelontoran beras SPHP dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pada momentum Nataru. 

Adapun penyaluran beras SPHP sudah sebanyak 1,2 juta ton dan ada rencana penambahan sekitar 200.000 ton.

"Sehingga sampai dengan akhir 2024 kita bisa jaga inflasi kita sesuai target di kisaran 1,5% hingga 3,5%," ujar Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, Badan Pangan Nasional melakukan gerakan pangan murah (GPM) berkolaborasi dengan BUMN Pangan dan pemerintah daerah melalui dinas yang menangani urusan pangan provinsi dan kabupaten/kota. 

"Untuk bulan Desember ini Badan Pangan Nasional bersama Pemerintah daerah dan BUMN pangan serta stakeholder lainnya menargetkan GPM sebanyak 134 kali di 25 Kab/Kota 6 Provinsi,” kata Arief.

Baca Juga: Swasembada Pangan Dipercepat Jadi 2027, Celios: Pemadanan Data Jadi Agenda Utama

Selanjutnya: Parlemen Uni Eropa Ingin Jerman Kirim Rudal Taurus ke Ukraina

Menarik Dibaca: Drakor When The Phone Rings Puncaki Top Series Netflix Hari Ini (25/11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×