kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Pembatasan BBM subsidi plat hitam batal


Kamis, 03 Mei 2012 / 19:11 WIB
Film Korea Memoir of a Murderer akan tayang bulan Mei di Netflix.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk kendaraan pribadi alias plat hitam. Pemerintah menunda dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

"Pembatasan melalui cc kendaraan atau tahun kendaraan sementara kita tunda untuk waktu yang tidak usah kita tentukan lamanya," kata Menteri ESDM Jero Wacik seusai sidang kabinet, Rabu (3/5).

Jero mengaku pemerintah sudah melakukan uji coba pembatasan BBM subsidi untuk kendaraan pribadi. Muncul beberapa opsi, semisal pembatasan melalui kapasitas cc kendaraan sebesar 1.500 atau tahun kendaraan. "Terus terang di lapangan sudah diuji coba itu, tampaknya peraturan menteri itu sulit dijalankan," katanya.

Pemerintah memilih untuk terus mencari formula yang tempat menjalankan pembatasan BBM subsidi bagi kendaraan pribadi. "Sementara cara itu kita tunda sampai dengan nanti sampai mendapatkan formula yang baik," tegasnya.

Selagi menunda kebijakan pembatasan BBM subsidi untuk kendaraan pribadi. Pemerintah akan terus menjalankan kebijakan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang hanya menjual BBM non subsidi saja. "Ini akan dijalankan secara sporadis, SPBU tidak ada premium hanya pertamax, ini cara yang kita lakukan," tegasnya.

Sebagai informasi, pemerintah berencana menjalankan kebijakan pembatasan BBM subsidi bulan Mei ini. Langkah ini untuk menjaga kuota konsumsi BBM sebanyak 40 juta kilo liter tahun 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×