CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pembangunan kota baru perlu tarik investor


Selasa, 24 Maret 2015 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. 6 Cara Mengatasi Anak Balita yang Suka Memukul.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwana Joga mengatakan perlu adanya pengkajian terhadap kebijakan pemerintah yang akan membangun 10 kota baru di luar pulau Jawa. Menurutnya, pemerintah pusat jangan terlalu penuh dalam membantu pembangunan kota baru tersebut.

Untuk lebih mendorong percepatan pembangunan tersebut, Nirwana bilang perlu adanya peran swasta dalam pengembangannya. "Harus ada keterlibatan swasta. Jangan semua dibebankan pemerintah pusat. Bila diserahkan pengembang, 3 tahun selesai," kata Nirwana, Selasa (24/3).

Menurut Nirwana, pemerintah pusat perlu bantuan secara berkala dengan jenjang waktu 3-5 tahun saja. Setelah itu, maka pemerintah daerah sendiri yang harus mampu mengembangkan wilayahnya dengan menarik investor.

Nirwana menambahkan, selama ini pengembang sangat berlomba-lomba bila diberikan kesempatan untuk masuk di suatu wilayah. "Satu kota, satu pengembang rebutan. Asal ada kepastian hukum, dan kepastian usaha," kata Nirwana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×