kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pemangkasan Anggaran Tanpa Perencanaan yang Tepat Bisa Perburuk Fiskal Indonesia


Rabu, 12 Februari 2025 / 14:24 WIB
Pemangkasan Anggaran Tanpa Perencanaan yang Tepat Bisa Perburuk Fiskal Indonesia
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/1/2025). Pemerintah berencana memangkas anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 306 triliun pada 2025.


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berencana memangkas anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 306 triliun pada 2025.

Ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, mengatakan bahwa langkah efisiensi anggaran ini berpotensi berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menurut Awalil pemotongan anggaran ini harus diimbangi dengan perhitungan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Pagu Kementerian ATR/BPN Dipangkas Hingga Rp 2 Triliun, Ini Kata Nusron Wahid

“Target pendapatan APBN 2025 sebesar Rp 3.005 triliun berisiko tidak tercapai. Jika rencana belanja tidak berubah, hanya direalokasi, maka defisit sangat mungkin melampaui Rp 616 triliun dan rasionya mendekati 3%,” ujar Awalil, Selasa (11/02).

Hal ini menunjukan bahwa tanpa strategi yang tepat, pemotongan anggaran dapat memperburuk kondisi fiskal Indonesia.

Awalil juga menekankan pentingnya transparansi dalam alokasi dana yang dipotong.

“Mesti dihitung hasil bersih antara tambahan manfaat dengan kehilangan yang terjadi,” tegas Awalil. Pemotongan ini tidak hanya berdampak pada belanja administratif, tetapi juga pada belanja modal beberapa K/L.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 74,7 Miliar, Komisi Yudisial Sebut Bisa Berdampak ke Pelayanan

Dengan kondisi ekonomi yang sedang tertekan, evaluasi terhadap program yang dipangkas menjadi sangat krusial.

“Nanti tergantumg yang ternyata banyak dipangkas apakah program yang memiliki keterkaitan kuat atau rendah bagi dinamiki ekonomi, khususnya dunia usaha,” tambah Awalil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×