kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pelunasan kurang bayar dana bagi hasil bisa dorong perekonomian nasional


Minggu, 26 Mei 2019 / 15:25 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mencairkan dana pelunasan sebagian dari kurang bayar dana bagi hasil (DBH) sejak tahun anggaran 2019 sebesar Rp 4,93 triliun. Rencananya pengaliran dana tersebut akan dilaksanakan pada Mei dan Juli 2019.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, kebijakan pemerintah melunasi kurang bayar DBH akan berdampak positif untuk perekonomian di masing-masing daerah maupun perekonomian nasional.

Di sisi lain, pelunasan ini juga mempercepat pemulihan daerah terkena bencana dan menambah kemampuan daerah untuk membangun. Dalam beleid PMK 77/2019 pemerintah akan melunasi kurang bayar DBH bagi wilayah yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi sebesar Rp 49,66 miliar.

"Ujungnya ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Piter saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (26/5).

Dampak dari penyaluran tersebut, kata Piter, akan bisa dirasakan pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini. Hanya saja pertumbuhan tidak serta-merta langsung terakselerasi.

Sebab masih ada faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Untuk itu, dia masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar 5,1% hingga 5,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×