kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pelemahan rupiah belum berdampak pada nilai kontrak dan proyek konstruksi


Minggu, 22 Maret 2020 / 12:34 WIB
Pelemahan rupiah belum berdampak pada nilai kontrak dan proyek konstruksi
ILUSTRASI. Progres pembangunan jalan tol Cinere - Serpong (Cireng) di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (9/2).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak penyebaran virus corona turut berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (20/3), kurs rupiah spot tercatat melemah 0,30% ke Rp 15.960 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.913 per dolar AS.

Meski nilai tukar rupiah melemah, dampaknya tidak terlalu terasa bagi proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh para perusahaan jasa konstruksi. Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, adanya pelemahan nilai tukar rupiah pengaruhnya sangat kecil bagi proyek infrastruktur yang dikembangkan oleh Hutama Karya.

Pelemahan ini juga tidak akan membuat adanya revisi nilai kontrak, terlebih karena persentase komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pengerjaan proyek cukup tinggi.

Baca Juga: Kementerian PUPR percepat realisasi program padat karya 2020

"Tidak ada revisi (nilai kontrak). Khusus untuk proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), itu pengaruhnya kecil. Karena kontraknya dalam mata uang rupiah dan TKDN-nya sangat tinggi hampir 100%," ujar Fauzan kepada Kontan.co.id, Minggu (22/3).

Fauzan juga optimistis, dampak yang ditimbulkan dari wabah virus corona tidak akan berimbas kepada proyek JTTS yang sedang digarap saat ini. Hutama Karya menargetkan dapat menambah penyelesaian pembangunan jalan tol sepanjang 211 km sampai akhir tahun 2020.

Baca Juga: Jokowi: Saya akan menggerakkan seluruh kekuatan mengatasi virus corona

Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) Maria Cesilia mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah belum berdampak pada nilai kontrak yang dikerjakan oleh Acset.

"Untuk proyek yang kami miliki, baik pondasi, struktur, dan infrastruktur semuanya menggunakan nilai kontrak rupiah. Jadi pelemahan rupiah saat ini belum berdampak pada pelaksanaan proyek," kata Maria.

Karena sebagian besar nilai kontrak menggunakan mata uang rupiah, ACST belum merasa perlu merevisi nilai kontrak saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×