kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pelaku usaha optimistis Satgas Investasi bisa pacu realisasi investasi


Selasa, 08 Juni 2021 / 20:01 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat kontainer di Jakarta International Container terminal (JICT),


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Menurutnya strategi jemput bola tersebut akan efektif meningkatkan iklim investasi nasional, terutama terkait transformasi BKPM menjadi Kementerian Investasi.

“Dengan bentuk kementerian akan makin leluasa melakukan berbagai terobosan, sehingga tidak cuma membuat regulasi, Kementerian Investasi juga bisa bergerak cepat melakukan eksekusi kebijakan terkait. Sehingga daya saing investasi nasional bisa meningkat dan hambatan investasi bisa terselesaikan dengan cepat,” ujar Sarman dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Sarman optimistis Bahlil, selaku Menves sekaligus Ketua Satgas Investasi, dapat merealisasikan target investasi tahun ini dan tahun depan. Adapun tahun ini target realisasi adalah senilai Rp 900 triliun, dan tahun depan senilai Rp 1.200 triliun.

Keyakinan tersebut dapat dilihat dari rekam jejak Bahlil saat memimpin BKPM tahun lalu dalam kondisi puncak pandemi. Ia dinilai berhasil merealisasikan investasi Rp 826,3 triliun, lebih besar dibandingkan target Rp 817,2 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani ungkap strategi pemerintah dalam menagih piutang BLBI Rp 110,45 triliun

Hal senada diungkapkan ekonom Universitas Indonesia Berly Martawardaya. Ia menilai berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait kemudahan berusaha menunjukkan keseriusan pemerintah memperbaiki iklim investasi nasional. Maklum, dalam beberapa tahun belakangan investasi nasional memang tercatat stagnan.

“Ini menunjukkan effort dan perhatian pemerintah untuk mengatasi hambatan investasi yang terjadi. Missal dari aspek perizinan, kemudian dapat meminimalisir biaya-biaya yang tidak resmi buat investor,” kata Berly.

Meski demikian Berly tetap memberi catatan bahwa keberhasilan realisasi investasi saat ini akan sangat bergantung terhadap kecakapan pemerintah menangani pandemi. Ini terkait sejumlah negara investasi lain yang relatif dapat menekan penyebaran Covid-19 sehingga lebih dijadikan preferensi investor dalam menanamkan modalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×