kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.163   76,00   0,42%
  • IDX 5.931   6,48   0,11%
  • KOMPAS100 771   -0,03   0,00%
  • LQ45 589   -0,41   -0,07%
  • ISSI 205   1,12   0,55%
  • IDX30 333   -0,29   -0,09%
  • IDXHIDIV20 413   -0,43   -0,10%
  • IDX80 88   0,08   0,09%
  • IDXV30 112   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,24   -0,23%

Pekan Terakhir Akhir Oktober, Aliran Modal Asing Hengkang Capai Rp 4,86 Triliun


Sabtu, 02 November 2024 / 22:32 WIB
Pekan Terakhir Akhir Oktober, Aliran Modal Asing Hengkang Capai Rp 4,86 Triliun
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat gapura Bank Indonesia di Jakarta. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar Rp 4,86 triliun keluar (capital outflow) dari pasar keuangan lokal sepanjang pekan terakhir Oktober 2024. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/24/05/2024


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aliran dana dari investor asing tercatat hengkang dari pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar Rp 4,86 triliun keluar (capital outflow) dari pasar keuangan lokal sepanjang pekan terakhir Oktober 2024.

Berdasarkan data transaksi periode 28 hingga 31 Oktober 2024 yang dihimpun Bank Indonesia (BI), aliran modal asing keluar dari pasar saham, dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,53 triliun di pasar saham, dan jual neto sebesar Rp 3,95 triliun di pasar SBN,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11).

Baca Juga: Dana Asing Keluar dari Pasar SBN, Ini Penjelasan Ekonom

Dalam waktu bersamaan, asing tercatat beli neto atau masuk ke pasar keuangan dalam negeri sebesar Rp 1,63 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Seiring dengan hengkangnya asing dari pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia juga meningkat. Ini terlihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 31 Oktober 2024 sebesar 68,69 bps, naik dibandingkan 25 Oktober 2024 sebesar 67,80 bps.

Dengan perkembangan ini, berdasarkan data setelmen sampai dengan 31 Oktober 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 39,91 triliun di pasar saham, Rp 43,51 triliun di pasar SBN dan Rp 200 triliun di SRBI.

Sementara itu, bila dilihat pada semester-II 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 39,57 triliun di pasar saham, Rp 77,47 triliun di pasar SBN dan Rp 69,65 triliun di SRBI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×