kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

PDIP: Pidato SBY cuma kosmetik politik


Senin, 16 Agustus 2010 / 20:26 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. PDI Perjuangan menilai pidato Presiden SBY soal nota keuangan RAPBN 2011 hanya kosmetik. Partai oposisi ini menilai kalau SBY hanya memberikan angin segar tanpa menghitung realitas yang ada. Terutama soal kenaikan gaji pegawai negeri sipil sebanyak 10%.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Politik Puan Maharani mengatakan kenaikan gaji 10 persen itu tidak sebanding dengan kondisi kenaikan harga-harga yang melonjak naik. "Kenaikannya hanya Rp 200.000 untuk satu orang. Sementara barang pokok naiknya berlipat-lipat," ujar Puan di DPR Senin (16/8). Tentu saja kenaikan ini tidak akan berpengaruh pada kesejahteraan rakyat. Seharusnya pemerintah mencari akal supaya bagaimana caranya mengendalikan harga. "Jangan cuma kasih angin segar yang hanya kosmetik saja," ujar Puan.

Misalnya pemerintah bisa menjalankan program ketahanan pangan yang baik. Puan menyatakan sekarang banyak petani yang semakin terjepit karena diserang hama wereng. Akibatnya, petani banyak yang merugi dan berdampak pada kenaikan harga pangan. " Ini salah satu ketidaksiapan pemerintah, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×