kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PDIP Anggap Biasa Keterlambatan Pengumuman Kabinet


Kamis, 23 Oktober 2014 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Syarat dan Cara Membuat SKCK Online 2023 untuk Rekrutmen Bersama BUMN. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Empat hari setelah dilantik sebagai presiden, Joko Widodo belum juga mengumumkan nama kabinetnya. Pengumuman yang sedianya dilakukan di dermaga III Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (22/10) malam pun urung dilakukan.

Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung menganggap wajar pengumuman kabinet terlambat dan dirinya meminta masyarakat untuk memahami. Menurutnya, presiden memiliki waktu maksimal 14 hari setelah dilantik sebagai batas pengumuman kabinet.

"Nah, kalau terlambat satu sampai dua hari harusnya bisa dipahami. Karena toh untuk kebaikan bersama," kata Pramono di gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/10).

Pramono menuturkan, presiden Jokowi menghendaki pemerintahan yang bersih dengan memikirkan rekam jejak para calon menteri. Dirinya berharap apa yang dilakukan Jokowi dalam menyeleksi menteri dilakukan di masa mendatang.

"Kita belajar dari pengalaman lalu ketika perjalanan ada tiga menteri aktif yang terkena tindak pidana korupsi," tuturnya.

Masih kata Pramono, presiden Jokowi sangat memikirkan rekam jejak apalagi setelah keluar rekomendasi dari KPK dan PPATK. Menurut Pramono rekam jejak seseorang jangan diremehkan karena merupakan bagian dari apa yang telah dilakukan sebelumnya.

"Jangan menganggap rekam jejak bisa terhapuskan, ini hal yang sangat positif dari proses yang dilakukan oleh pak Jokowi-JK," tandasnya. (Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×