kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pasar menginginkan menteri yang tepat


Selasa, 18 Oktober 2011 / 08:22 WIB
Pasar menginginkan menteri yang tepat
ILUSTRASI. Alfamart bagikan dividen


Reporter: Albertus M. Prestianta, Veri Nurhansyah Tragistina, Ruisa Khoiriyah | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rencana pergantian anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II mendekati klimaks. Jika tidak ada aral melintang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan hasil final reshuffle kabinet malam nanti.

Agenda politik domestik itu diprediksi tidak memanaskan pasar keuangan. Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Sekuritas, menilai, isu reshuffle tidak membetot perhatian pelaku pasar di saat ini. "Perhatian pasar sekarang lebih pada kondisi ekonomi global yang lebih berbahaya," tandas Lana, kemarin.

Pengamat ekonomi David Sumual berpendapat senada. "Enam bulan terakhir, arah pasar saham kita lebih banyak disetir oleh pasar global. Korelasinya mencapai 90% akibat isu eksternal," jelas dia.

Kepastian tentang reshuffle, memang bertepatan dengan kemorosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 3.269,45 pada penutupan 4 Oktober lalu. Namun para analis dan ekonom pasar keuangan sepakat, penyebab utama IHSG terjun bebas adalah isu Eropa dan Amerika Serikat (AS). Pasar obligasi juga relatif steril dari isu pergantian menteri.

Kendati begitu, nama-nama pengisi kabinet terutama susunan tim ekonomi tetap menjadi perhatian serius pelaku pasar. "Harus diisi dengan orang-orang yang kompeten di bidangnya," tandas David.

Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities, menambahkan, dua posisi yang dipantau oleh pasar adalah menteri keuangan dan menteri koordinator bidang perekonomian. "Dua ini akan terlalu riskan jika diganti di tengah situasi ekonomi global seperti sekarang," kata dia.

Nama-nama baru penghuni tim ekonomi ditanggapi beragam oleh pengamat ekonomi. Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker, berpendapat, kehadian Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara BUMN bisa positif untuk pasar. BUMN bisa diperkuat sehingga kinerja BUMN yang listing di bursa bisa lebih baik," kata dia.

Sedang Edwin mengaku cukup terkejut dengan kemunculan nama Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari E Pangestu. Lana menambahkan, Gita lebih tepat berada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), seperti posisinya sekarang.

Lana menyayangkan jika Presiden memilih pembantunya hanya berdasarkan hitungan politis, bukan karena kompetensi. "Pasar mungkin bereaksi netral cenderung negatif akhirnya," ujar dia.

Pelaku pasar juga tidak satu suara terhadap waktu reshuffle. Ada kubu yang menilai waktu pergantian kabinet di saat sekarang tidak tepat.

Alasan mereka, pasar lokal masih rentan terkena imbas ketidakpastian global. "Semoga saat reshuffle diumumkan, tidak ada kabar negatif dari pasar luar negeri," tutur Lana.

Namun ada juga yang menilai waktu pergantian kabinet sudah tepat. "Saat ini bursa saham cenderung menguat. Indeks bursa masih bisa bertahan dan masih bisa menguat," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×