Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendata sejumlah nama yang ketahuan menyontek saat menjalani ujian tertulis pada 8 Juli lalu. Seluruh calon yang ketahuan menyontek dipastikan tak akan lolos untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya.
"Yang pasti, yang sudah ketahuan nyontek itu sudah kita diskualifikasi. Pokoknya namanya kami coret," ujar Ketua Pansel KPK Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (10/7).
Peserta yang ketahuan mencontek, lanjut Destry, maka makalah yang dikumpulkannya setelah menjalani tes tertulis juga tidak akan dinilai oleh tim independen.
"Karena itu masalah integritas," kata Kepala Mandiri Institute tersebut.
Saat ditanya jumlah peserta yang didiskualifikasi karena menyontek, Destry mengaku jumlahnya di bawah 10 orang. Menurut dia, ujian tertulis dan makalah sangat penting untuk melihat kompetensi seseorang dalam pengetahuan seputar pemberantasan korupsi di tanah air.
Pada 8 Juli lalu, Pansel KPK menggelar tes tertulis dan pembuatan makalah di gedung Pusdiklat Setneg, Cipete. Sebanyak 190 peserta capim KPK hadir dari 194 orang yang diloloskan oleh Pansel KPK.
Pada 9-10 Juli, seluruh makalah dan hasil ujian tertulis akan dinilai oleh tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga penggiat anti-korupsi. Hasilnya, akan diumumkan pada tanggal 14 Juli 2015 melalui jumpa pers yang akan dilakukan Pansel KPK. (Sabrina Asril)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News