kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pameran maritim JIExpo dorong integrasi logistik


Selasa, 10 Oktober 2017 / 14:27 WIB


Reporter: Siti Rohmatulloh | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi meresmikan pameran dan konferensi untuk industri transportasi, logistik & maritim di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Selasa (10/10), di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.

Pameran ini menyediakan platform bisnis di sektor transportasi, logistik dan maritim serta menciptakan peluang transaksi bisnis dan peluang kerja sama antar pebisnis lokal dan internasional. Dalam konferensi di ajang ini, Budi menyampaikan rencana pengintegrasian sistem logistik Indonesia secara lokal dan global untuk meningkatkan daya saing sehingga economy of skill pelabuhan Indonesia meningkat.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelia Hartoto, menyatakan, peran kemajuan teknologi dalam menciptakan integrasi yang dimaksud penting untuk dapat menampilkan kemajuan sektor transportasi yang ada di Indonesia. Hal ini juga penting guna mendukung rencana penerapan Sistem Logistik Nasional (sislognas). Ini diharapkan sebagai reformasi sistem logistik nasional untuk mencapai tujuan transformasi Indonesia dari negara konsumtif menjadi produktif (produsen).

Sislognas yang dicanangkan membutuhkan persiapan yang menyeluruh termasuk efisiensi biaya logistik. Rico Rustombi, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan menyampaikan perlunya studi kelayakan yang terencana untuk mengurangi biaya logistik, sehingga disparitas harga dapat diakhiri. "Pemerintah memiliki target mengurangi biaya logistik dari 24% menjadi 19,2% di tahun 2019," ujar Rico melalui pernyataan tertulis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×