kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Paling efektif, buka rekening wajib pajak!


Jumat, 21 November 2014 / 19:46 WIB
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor di Bengkel Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kamis (4/11/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghendaki adanya kenaikan penerimaan pajak Rp 600 triliun di 2015 dari target APBN-P 2014 menjadi sebesar Rp 1.846,11 triliun. Dalam APBN 2015, target perpajakan Rp 1.380 triliun.

Salah satu cara yang akan dilakukan pemerintah untuk mengejar penerimaan tahun depan adalah me-review tax treaty atawa perjanjian pajak.

Pengamat Perpajakan Darussalam berpendapat, langkah pemerintah melakukan review tax treaty dari segi regulasi adalah langkah yang baik. Pemerintah harus melakukan review menyeluruh dengan negara baik tax haven atau non tax haven.

Dalam pasal perjanjian harus ada klausul tentang anti penghindaran pajak seperti yang dilakukan Indonesia dan Amerika dalam tax treaty. Misalnya juga tax treaty dengan negara Meksiko.

Menurut Darussalam, perjanjian tax treaty Indonesia dengan Meksiko adalah penyelesaian secara arbitrase jika terjadi sengketa pajak. Seharusnya ini bisa diubah agar tidak berlarut-larut. "Ada hak negara atas pajak yang terutang harus segera diselesaikan," terang Darussalam.

Selain me-review tax treaty, Darussalam mengaku cara yang paling efektif untuk mengejar penerimaan lebih baik lagi tahun depan adalah membuka rekening pajak. Kalau ini dilakukan maka akan sangat efektif untuk bisa melihat potensi pembayaran pajak dari para wajib pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×