kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Paling cepat, BI akan naikkan suku bunga tahun depan, cuma ada syaratnya


Senin, 05 Juli 2021 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rencana paling cepat BI untuk menaikkan suku bunga acuan ada pada awal tahun 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukan hanya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) saja yang ingin melakukan pengetatan moneter, Bank Indonesia (BI) memberi sinyal juga akan melakukan pengetatan moneter.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rencana paling cepat BI untuk menaikkan suku bunga acuan ada pada awal tahun 2022.

The earliest, will be early next year (tercepat, pada awal tahun depan,” tegas Perry, Senin (5/7) dalam silaturahmi keluarga besar ISEI via video conference.

Baca Juga: Sepanjang semester I-2021, BI sudah beli SBN di pasar perdana Rp 120,83 triliun

Namun, tentu saja bank sentral akan melewati sejumlah pertimbangan. Di antaranya, ada tanda kenaikan inflasi dan apakah pertumbuhan ekonomi sudah akan masuk ke outlook potensial BI pada tahun depan.

“Jadi, lihat, apakah ada tanda-tanda kenaikan inflasi? Kalau ada, apakah kenaikannya permanen atau sementara? Kemudian pertumbuhan ekonomi sudah masuk ke outlook potensial 5,2% sampai 5,5% atau tidak tahun depan?” kata Perry.

Kalau misal masih belum ada tanda-tanda sepetri itu, perubahan kebijakan bukan langsung kenaikan suku bunga acuan. Namun, dengan mengurangi akses likuiditas yang longgar.

Namun pada tahun ini, Perry menekankan kembali bahwa kebijakan suku bunga akan tetap rendah dan likuiditas akan tetap longgar. Kebijakan yang diambil oleh bank sentral ini adalah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan (pro growth).

Selanjutnya: BI: Lonjakan kasus Covid-19 pengaruhi pergerakan rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×