kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pakar hukum: KPK jangan ragu panggil Menkeu


Jumat, 21 Desember 2012 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Analis menilai, kenaikan harga amonia dan bisnis LPG bakal menopang prospek PT Surya Esa Perkasa Tbk. Ketiga analis memberi rekomendasi saham ESSA untuk beli.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang di Bogor, Jawa Barat, melibatkan banyak pihak. Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI), Ganjar Laksamana, tidak ada alasan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak melakukan pemeriksaan terhadap Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam kasus ini.

Menurut Ganjar, panggilan pemeriksaan terhadap Agus Martowardojo perlu dilakukan guna melakukan klarifikasi terhadap sejumlah temuan maupun keterangan yang telah didapat penyidil KPK dari para saksi. Sebab, menurut Ganjar, terbuka kemungkinan Agus Martowardojo ikut terlibat dalam proyek yang bernilai Rp 2,5 trilliun tersebut.

"Pemanggilan itu perlu. Begitu nama disebut, ada dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut," kata Ganjar di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/12).

Meski begitu, lanjutnya, KPK memang tidak mau buru-buru memanggil Agus lantaran masih mengumpulkan bukti-bukti penguat. Tentunya, ada sejumlah strategi-strategi khusus yang sedang dipersiapkan oleh para penyidik KPK.

"Nalar saya, KPK tentu tidak akan asal memanggil sesorang. Tentu KPK juga masih memikirkan efek pemanggilan," tandas Ganjar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×