CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pajak meleset, pemerintah kejar PNBP dan efisiensi


Senin, 03 November 2014 / 15:47 WIB
ILUSTRASI. Serial Xo, Kitty, dan beberapa judul rekomendasi serial remaja populer lainnya yang bisa ditonton di Netflix.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memperkirakan realisasi penerimaan pajak tahun 2014 akan lebih rendah 7% dari target, alias hanya 93%. Ia beralasan, hal itu berdasarkan trend penerimaan pajak hingga saat ini yang masih melempem.

Namun ia berjanji akan menutupi kekurangan penerimaan dari pajak tersebut dengan mendorong penerimaan dari bukan pajak (PNBP). "Pokoknya, tidak akan tercapai tapi kita usahakan yang terbaik," ujar Bambang, Senin (3/11) di Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, beberapa sektor industri yang menjadi sumber PNBP saat ini sedang digenjot oleh pemerintah. Beberapa diantaranya adalah sektor pertanian, perikanan dan menggenjot sektor pariwisata. Hal itu bahkan sudah dibicarakan dalam Rapat Kabinet Paripurna pada hari Senin (3/11) di kantor presiden.

Selain menggenjot penerimaan non-pajak Bambang juga bilang pemerintah akan melakukan efisiensi belanja. Jadi selain menggenjot penerimaan, belanja juga di rem agar seimbang dan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014 bisa tercapai.

Dalam APBN-P 2014 target penerimaan perpajak sebesar Rp 1.635 triliun, sementara itu target PNBP sebesar 386,9 triliun. Adapun belanja negara yang dianggarkan sebesar Rp 1.876 triliun, dengan begitu target defisit APBN-P sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×