kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Optimisme konsumen naik lagi, tapi ekspektasi ke depan turun


Rabu, 06 Juni 2018 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Konsumen Berbelanja di Pusat Perbelajaan


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki musim puasa dan menjelang lebaran, optimisme konsumen kembali meningkat di bulan Mei tahun ini. Sebab, hasil survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2018 naik 2,9 poin ke level 125,1.

Kenaikan itu didorong oleh sejumlah faktor pendukungnya, terutama oleh indeks penghasilan dan indeks pembelian barang tahan lama. Sayangnya, indeks lapangan kerja dan ekspektasinya serta indeks ekspektasi kegiatan dunia usaha kompak menurun.

Adapun kenaikan IKK dipengaruhi oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) yang meningkat 5,9 poin ke level 116,1. Sementara Indeks Ekspektasi Kondisi (IEK) ekonomi enam bulan ke depan turun 0,2 poin ke level 134,1.

Kenaikan IKE didorong oleh kenaikan pada indeks penghasilan saat ini dan pembelian barang tahan lama. Kenaikan indeks penghasilan tersebut, seiring dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan meningkatnya pendapatan usaha pada Mei 2018.

"Meningkatnya penghasilan responden pada Mei 2018 diikuti dengan meningkatnya pembelian durable goods, terutama peralatan elektronik dan komunikasi, serta perabot rumah tangga," bunyi laporan BI yang dikutip Kontan.co.id dari situs resminya, Rabu (6/6).

Sayangnya, indeks ketersediaan lapangan pekerjaan turun 0,9 poin, yang membuat komponen ini semakin pesimistis karena di bawah level 100, yaitu 94,6. Pesimisme tersebut terutama terjadi pada responden dengan tingkat SLTA dan akademi.

Sementara itu, penurunan IKE disebabkan oleh penurunan pada indeks ekspektasi ketersediaan lapangan pekerjaan dan indeks ekspektasi kegiatan usaha masing-masing 0,3 poin dan 0,7 poin meski keduanya masih berada di level optimis (lebih dari 100). Hanya indeks ekspektasi penghasilan yang naik tipis, yaitu sebesar 0,5 poin.

"Perkiraan meningkatnya tekanan kenaikan harga menjadi faktor utama penghambat perkembangan kegiatan usaha di masa mendatang," bunyi laporan itu lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×