kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Okupansi Hotel Diprediksi di Atas 70% pada Libur Lebaran 2024


Senin, 04 Maret 2024 / 13:58 WIB
Okupansi Hotel Diprediksi di Atas 70% pada Libur Lebaran 2024
ILUSTRASI. Kemenparekraf/Baparekraf memprediksi tingkat okupansi hotel pada saat libur ramadan hingga lebaran bisa di atas 70% tahun ini. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi tingkat okupansi hotel pada saat libur ramadan hingga lebaran bisa di atas 70% tahun ini. 

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan mencapai 200 juta orang. 

"Berkaca dari okupansi jelang lebaran 2023, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat okupansi di hotel kota tujuan favorit sudah lebih dari 70%," jelas Nia dalam gelaran wicara daring The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta, Senin (4/3). 

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bahan Pangan Kompak Melambung

Beberapa destinasi tujuan yang menurutnya akan banyak dikunjungi pemudik di antaranya seperti Jogja, Malang hingga Cirebon. 

Nia melihat meningkatnya jumlah pergerakan pemudik ini turut berdampak positif kepada industri pariwisata dan kreatif. 

Bukan hanya peningkatan okupansi hotel, pihaknya juga mendapatkan informasi dari PT Garuda bahwa jasa udara juga turut diuntungkan dalam momen ini. 

Bahkan, mereka memprediksi jumlah penumpang jasa udara naik tumbuh di atas 30% dari hari biasa. 

"Proyeksi tersebut berdasarkan proyeksi dr pulihnya industri aviasi pasca pandemi secara global dan juga pertumbuhan positif kemarin saat liburan pada natal dan tahun baru," pungkasnya. 

Sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa jumlah pemudik pada masa Lebaran tahun ini diprediksi 200 juta orang atau lebih tinggi 6% dari catatan pergerakan warga pada Lebaran tahun lalu sebanyak 187 juta orang. 

Baca Juga: Strategi Bulog Dalam Pengamanan Beras Jelang Puasa dan Lebaran

Meski begitu, prediksi tersebut masih belum dirilis secara resmi oleh Pemerintah. 

Juru bicara Kemenhub Adita Irawati menyatakan pihaknya masih mendiskusikan finalisasi survei pergerakan masyarakat dalam mudik kali ini. 

"Untuk prediksi pemudik Lebaran 2024 masih dalam proses finalisasi surveinya. Kemarin itu sudah dirapatkan di Sidang Kabinet tapi belum final. Jadi ditunggu di awal Maret untuk hasil riset yang lengkap," ujarnya kepada Kontan, Rabu (27/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×