kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.774   14,00   0,08%
  • IDX 8.918   59,00   0,67%
  • KOMPAS100 1.227   8,71   0,71%
  • LQ45 865   5,72   0,67%
  • ISSI 322   1,28   0,40%
  • IDX30 442   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 515   -0,63   -0,12%
  • IDX80 136   0,99   0,73%
  • IDXV30 143   1,15   0,81%
  • IDXQ30 141   -0,33   -0,23%

Okupansi Hotel di Indonesia Naik Tipis, Hotel di Bali Catat Penurunan Terbesar


Senin, 05 Januari 2026 / 14:09 WIB
Okupansi Hotel di Indonesia Naik Tipis, Hotel di Bali Catat Penurunan Terbesar
ILUSTRASI. Okupansi hotel di Jawa Barat menurun (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia pada November 2025 mencapai 39,97%.

Angka ini mengalami kenaikan tipis 0,44% poin dibandingkan Oktober 2025, namun masih lebih rendah 2,64% poin dibandingkan November 2024.

Kinerja hunian hotel tersebut menunjukkan dinamika yang berbeda antara hotel bintang dan nonbintang.

Pada November 2025, TPK hotel bintang tercatat sebesar 53,89%.

Baca Juga: Harga Pangan 5 Januari 2026 Rata-rata Naik, Hanya Harga Cabai yang Turun

"TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 53,89% atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05% poin tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,07% poin," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers, Senin (5/1).

Secara spasial, tingkat hunian hotel bintang tertinggi terjadi di Papua Selatan yang mencapai 63,31%, disusul Kalimantan Timur sebesar 63,01% dan DKI Jakarta sebesar 62,03%.

Sebaliknya, tingkat hunian hotel bintang terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 29,50%, Aceh sebesar 31,27%, dan Papua Pegunungan sebesar 37,49%.

Secara bulanan, TPK hotel bintang pada November 2025 meningkat 1,05 persen poin dibanding Oktober 2025.

Peningkatan tertinggi terjadi di Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tengah.

Namun, Provinsi Bali justru mencatat penurunan terdalam, dengan TPK hotel bintang turun 6,60% poin dibanding bulan sebelumnya.

Secara tahunan, TPK hotel bintang turun 1,07 persen poin dibanding November 2024. Penurunan terdalam dialami Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bengkulu, sementara peningkatan tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada November 2025 tercatat 24,98%.

Baca Juga: Wisatawan Indonesia Semakin Rajin Keliling Dunia, Malaysia Jadi Destinasi Favorit

Dibandingkan Oktober 2025, TPK hotel nonbintang turun 0,27% poin. Penurunan terdalam terjadi di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sumatera Selatan, sedangkan peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Secara kumulatif Januari hingga November 2025, BPS mencatat TPK hotel bintang sebesar 48,66% dan TPK hotel nonbintang sebesar 24,88%.

Kedua kategori tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pemulihan sektor perhotelan masih berlangsung tidak merata antarprovinsi.

Selanjutnya: Kisah Jim Fish: Perkuat Bisnis Bernilai US$90 Miliar dengan Mengelola Sampah

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×