kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

OJK sebut pasar modal Indonesia dicemburui negara tetangga, kenapa?


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 15:34 WIB
OJK sebut pasar modal Indonesia dicemburui negara tetangga, kenapa?
ILUSTRASI. Petugas Otoritas Jasa Keuangan memberikan penjelasan literasi keuangan di Jakarta, Senin (21/10). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan target inklusi keuangan tahun ini melampaui 75%. Selain inklusi, tingkat literasi keuangan juga meningkat #5% di tahu

Sumber: Kompas.com | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - LOMBOK. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal dalam negeri mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, mengatakan beberapa negara tetangga mengalami pertumbuhan negatif dalam hal jumlah emiten. 

Dia mencontohkan jumlah emiten di pasar modal Singapura yang sulit bertambah karena pasar modal di Negeri Singa sudah jenuh. "Pasar modal Indonesia dicemburui negara tetangga, karena dengan kondisi perekonomian global kita masih bisa tumbuh dengan meyakinkan," kata Hoesen dalam sharing session dengan media di Lombok, Jumat (25/10). 

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Ernst and Young Global IPO Trends kuartal III-2019, pertumbuhan perusahaan tercatat di Singapura negatif 4,8 persen. Pasalnya, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa Singapura per 18 Oktober 2019 hanya mencapai 11 perusahaan. 

Baca Juga: Dana asing Rp 210 triliun mengalir masuk ke Indonesia sejak awal tahun ini

Sementara, di Indonesia, pada periode yang sama ada 41 perusahaan yang melantai di bursa. Hoesen mengatakan, Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar untuk tumbuh. Sebab hingga saat ini, jumlah investor ritel dalam negeri belum mencapai 1 persen dari populasi penduduk. 

Dalam hal jumlah emiten, Indonesia juga cenderung lebih sedikit jika dibanding negara lain. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 655 emiten. Sebagai informasi, secara pertumbuhan jumlah investor terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga 23 Oktober 2019, jumlah investor di pasar saham berjumlah 2,28 juta investor.  Investor saham telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat atau sebesar 194 persen sejak tahun 2014, menjadi sebanyak 1,055 juta investor. 

Baca Juga: Mengapa belum ada startup unicorn Indonesia yang melantai di bursa?

Kemudian, investor reksa dana juga mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat atau sebesar 345 persen sejak tahun 2014 menjadi sebanyak 1,5 juta investor. Investor Surat Berharga Negara (SBN) pun mengalami pertumbuhan signifikan.

Tercatat per Oktober 2019, investor SBN tumbuh 276 persen sejak 2014 menjadi 304.321 investor. (Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "OJK: Pasar Modal RI Dicemburui Negara Tetangga"



Video Pilihan

TERBARU

×