kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.554   24,00   0,14%
  • IDX 6.745   -114,37   -1,67%
  • KOMPAS100 897   -18,92   -2,07%
  • LQ45 660   -9,54   -1,42%
  • ISSI 244   -4,06   -1,64%
  • IDX30 373   -4,01   -1,06%
  • IDXHIDIV20 456   -5,71   -1,24%
  • IDX80 102   -1,70   -1,63%
  • IDXV30 130   -1,57   -1,20%
  • IDXQ30 119   -1,36   -1,13%

Nilai Tukar Petani Periode April 2023 Tercatat Turun 0,24% Dibanding Maret


Selasa, 02 Mei 2023 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Buruh tani membawa padi hasil panen di areal persawahan Kepuh, Karawang, Jawa Barat, Jumat (11/2/2022). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar Petani (NPT) pada April 2023 tercatat sebesar 110,58 atau turun 0,24% dibandingkan Maret 2023.

“Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,12%, sementara indeks harga yang harus dibayar petani mengalami kenaikan 0,13%,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Marga Yuwono di Jakarta, Selasa (2/5).

Adapun yang memengaruhi penurunan indeks yang diterima petani secara nasional itu terjadi karena penurunan harga pada komoditas kelapa sawit, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, dan gabah.

Baca Juga: Jumlah Perjalanan Wisatawan Nusantara Tahun 2022 Sudah Melampaui Pra Covid-19

Sedangkan jika dilihat menurut sub sektor, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada sub sektor perikanan, terutama pada nelayan yang naik 0,79%. Sementara itu penurunan NTP terjadi pada sub sektor holtikultura yang turun sebesar 3,58%.

Berdasarkan wilayah, tercatat sebanyak 18 provinsi alami kenaikan NTP dengan kenaikan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan yang meningkat 1,15%.

Sementara terdapat 16 provinsi yang alami penurunan NTP dan yang paling mengalami penurunan terbesar terjadi di Provinsi Riau dengan angka 2,42%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×