kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Neraca perdagangan April surplus US$ 454,4 juta


Jumat, 15 Mei 2015 / 10:19 WIB
ILUSTRASI. Ubi jalar


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan April 2015 mencetak surplus US$ 454,4 juta. Ekspor pada bulan tersebut tercatat sebesar US$ 13,08 miliar, sementara impornya senilai US$ 12,63 miliar.

“Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-April 2015 sebesar US$ 2,27 miliar, dimana ekspornya US$ 52,14 miliar sedangkan impornya US$ 49,36 miliar,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo, Jumat (15/5).

Susmito mengatakan, pada bulan April 2015 neraca perdagangan migas masih mencetak defisit sebesar US$ 877,9 juta. Defisit ini disebabkan perdagangan minyak mentah yang mengalami defisit sebesar US$ 339 juta, dan perdagangan hasil minyak pada April 2015 mengalami defisit sebesar US$ 1,12 miliar. Adapun neraca perdagangan gas pada April 2015 masih surplus us$ 583,4 juta.

"Penurunn terjadi pada tambang sementara CPO naik secara nilai dan volume," tambah sasmito.

Sementara itu, secara kumulatif Januari-April 2015 neraca perdagangan RI mencetak surplus US$ 2,77 miliar. Menurut Sasmito, perdagangan migas pada Januari-April 2015 masih defisit US$ 1,279 miliar. Defisit tersebut disebabkan karena defisit perdagangan minyak mentah sebesar US$ 432 juta dan defisit perdagangan hasil minyak sebesar US$ 4,179 miliar. Adapun perdagangan gas pada Januari-April 2015 mencetak surplus US$ 3,33 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×