kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Nelayan, buruh dan mahasiswa demo Jokowi di Istana


Rabu, 28 Januari 2015 / 13:56 WIB
Nelayan, buruh dan mahasiswa demo Jokowi di Istana
ILUSTRASI. Tentara AS dari Resimen Kavaleri Kedua berjaga di sebelah kendaraan tempur saat menyiapkan peralatan untuk ditugaskan ke Rumania di Rose Barracks di Vilseck, Jerman, Rabu (9/2/2022). REUTERS/Lukas Barth


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Ribuan massa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Rabu (28/1/2015).  Beberapa diantaranya adalah Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Persatuan Pergerakan Petani Indonesia (P3I), dan mahasiswa dari berbagai universitas. 

"Presiden Jokowi harus bersikap tegas dan independen dalam memutuskan kebijakan," teriak koordinator aksi mahasiswa, Nizar Ahmad, di depan Istana. 

Semua elemen masyarakat berdemo dengan tujuan berbeda-beda. Kumpulan mahasiswa menuntut kepada Jokowi untuk mengambil langkah tegas terkait perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. 

Sementara itu elemen buruh yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat, berbicara mengenai era pasar bebas. Adapun, perkumpulan Nelayan Kiara, menuntut Jokowi untuk mengesahkan undang-undang untuk nelayan. Mereka juga meminta pengakuan terhadap nelayan-nelayan peremuan di Indonesia. 

Dalam 100 hari masa pemerintahan Jokowi-JK ini, para nelayan merasa masih banyak kriminalisasi teradap nelayan. Mereka tegas berkata Jokowi mendapat rapor merah pada 100 hari masa pemerintahannya. 

"Kriminalisasi terhadap nelayan masih terus terjadi. Kita tahu agenda Jokowi adalah menjadikan Indonesia poros maritim. Nelayan harusnya jadi pilar utama. Tapi apa yang terjadi? Hari ini kita berikan rapor merah pada Jokowi," ujar orator aksi dari KIARA.

Pantauan Kompas.com, tampak memadati depan Istana Merdeka. Aparat kepolisian pun berjaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini. Sampai saat ini, massa yang melakukan aksi pun masih berdatangan.(Jessi Carina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×