kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Nelayan, buruh dan mahasiswa demo Jokowi di Istana


Rabu, 28 Januari 2015 / 13:56 WIB
Nelayan, buruh dan mahasiswa demo Jokowi di Istana
ILUSTRASI. Tentara AS dari Resimen Kavaleri Kedua berjaga di sebelah kendaraan tempur saat menyiapkan peralatan untuk ditugaskan ke Rumania di Rose Barracks di Vilseck, Jerman, Rabu (9/2/2022). REUTERS/Lukas Barth


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Ribuan massa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Rabu (28/1/2015).  Beberapa diantaranya adalah Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Persatuan Pergerakan Petani Indonesia (P3I), dan mahasiswa dari berbagai universitas. 

"Presiden Jokowi harus bersikap tegas dan independen dalam memutuskan kebijakan," teriak koordinator aksi mahasiswa, Nizar Ahmad, di depan Istana. 

Semua elemen masyarakat berdemo dengan tujuan berbeda-beda. Kumpulan mahasiswa menuntut kepada Jokowi untuk mengambil langkah tegas terkait perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. 

Sementara itu elemen buruh yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat, berbicara mengenai era pasar bebas. Adapun, perkumpulan Nelayan Kiara, menuntut Jokowi untuk mengesahkan undang-undang untuk nelayan. Mereka juga meminta pengakuan terhadap nelayan-nelayan peremuan di Indonesia. 

Dalam 100 hari masa pemerintahan Jokowi-JK ini, para nelayan merasa masih banyak kriminalisasi teradap nelayan. Mereka tegas berkata Jokowi mendapat rapor merah pada 100 hari masa pemerintahannya. 

"Kriminalisasi terhadap nelayan masih terus terjadi. Kita tahu agenda Jokowi adalah menjadikan Indonesia poros maritim. Nelayan harusnya jadi pilar utama. Tapi apa yang terjadi? Hari ini kita berikan rapor merah pada Jokowi," ujar orator aksi dari KIARA.

Pantauan Kompas.com, tampak memadati depan Istana Merdeka. Aparat kepolisian pun berjaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini. Sampai saat ini, massa yang melakukan aksi pun masih berdatangan.(Jessi Carina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×