kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.537   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Negara kehilangan devisa dari sektor pariwisata US$ 6 miliar akibat Covid-19


Selasa, 28 Juli 2020 / 21:03 WIB
ILUSTRASI. Wisatawan berada di zona 1 kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2020). Pihak Balai Konservasi Borobudur (BKB) membuka kembali zona 1 candi Borobudur untuk umum yang ditutup akibat pandemi COVID-19 sejak (15/3/2020),


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Guna menggeliatkan kembali sektor pariwisata maka diperlukan permintaan yang kembali meningkat dengan menciptakan kepercayaan dan rasa aman di masyarakat.

"Demand akan meningkat jika penanganan Covid-19 ini berjalan dengan baik dan masyarakat punya kepercayaan diri yang tinggi bahwa kondisinya aman untuk mereka beraktivitas," kata Dia.

Baca Juga: Kenapa harga lobster mahal? Ini 5 alasannya

Maka dari itu pelaksanaan protokol kesehatan disebut jadi hal mutlak yang harus dilakukan pelaku usaha sektor pariwisata dan masyarakat utamanya. Kemudian perlu dimaksimalkan juga potensi pasar domestik dengan perkiraan 174 juta domestic travellers atau wisatawan domestik.

Selain itu, adapula potensi besar untuk dikembangkan pasar ASEAN, dimana intra-ASEAN travelers sebanyak 49,7 juta orang merupakan pasar regional yang prospektif.

Hariyadi juga menyebut, stimulus yang meringankan pelaku usaha dan pekerja sektor pariwisata harus segera diberikan oleh pemerintah seperti, modal kerja,subsidi biaya operasional, dan bantuan langsung tunai untuk pekerja terdampak pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×