CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Nazar: Kenapa KPK tak usut dugaan korupsi e-KTP?


Rabu, 29 Januari 2014 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Tengok Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini, Kamis 8 September 2022./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/12/2021.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menyindir kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pengusutan dugaan korupsi proyek elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Sebab, menurutnya, dugaan korupsi yang disebut-sebut melibatkan Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto itu seperti enggan ditangani lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs.

Bahkan, Nazaruddin yang mengklaim telah menyerahkan sejumlah bukti dugaan korupsi tersebut mengisyaratkan bahwa kasus itu akan diambil alih oleh penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Misalnya, diarahkan ke Kejagung, ada apa? Apa pimpinan KPK takut. Tanya pada pak Abraham (Ketua KPK). Kenapa E-KTP mau dibelokkan ke lembaga hukum lain, sementara markupnya 2,5 triliun," kata Nazaruddin di kantor KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Suami Neneng Sri Wahyuni itu mencium gelagat buruk soal penanganan kasus tersebut. Dia menduga, ada pihak yang sengaja kasus tersebut tak ditangani KPK.

"Kenapa proyek itu mau di tersangkakan dilembaga hukum lain, apa mau ada penyelamatan tentang orang yang lagi megang kekuasaan. Apakah karena banyak yang megang kekuasaan mau kena," kata Nazaruddin. (Edwin Firdaus)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×