kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.802   26,00   0,15%
  • IDX 8.356   124,20   1,51%
  • KOMPAS100 1.166   26,25   2,30%
  • LQ45 834   20,94   2,58%
  • ISSI 300   4,26   1,44%
  • IDX30 431   9,55   2,27%
  • IDXHIDIV20 512   11,05   2,21%
  • IDX80 129   3,00   2,38%
  • IDXV30 139   2,53   1,85%
  • IDXQ30 139   3,58   2,64%

Muhammadiyah Jelaskan Alasan 1 Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari


Jumat, 30 Januari 2026 / 07:43 WIB
Muhammadiyah Jelaskan Alasan 1 Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari
ILUSTRASI. Muhammadiyah menjelaskan, penentuan 1 Ramadan 2026 berdasarkan KHGT, bukan rukyah lokal. (ANTARA/Saiful Bahri)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 GMT. Namun hingga sebelum pukul 24.00 GMT pada hari tersebut, tidak ada wilayah di dunia yang secara langsung memenuhi syarat elongasi dan ketinggian hilal.

Karena itu, Majelis Tarjih menggunakan parameter lanjutan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat. Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC+13), sehingga konjungsi berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya.

Selanjutnya, kondisi di benua Amerika ditinjau. Berdasarkan perhitungan geosentrik, wilayah Bethel di Alaska menunjukkan elongasi bulan telah melebihi 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.

“Artinya, parameter global telah terpenuhi di daratan Amerika. Meskipun wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi,” tegas Rahmadi.

Dengan terpenuhinya dua syarat lanjutan tersebut, maka awal bulan Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya, yakni Rabu, 18 Februari 2026.

Rahmadi menegaskan bahwa dalam sistem KHGT, terlihat atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. Data menunjukkan bahwa saat itu hilal di Indonesia, Makkah, dan Turki masih berada di bawah ufuk. Namun karena KHGT menganut prinsip kesatuan matla’, keterpenuhan parameter di satu wilayah dunia berlaku untuk seluruh bumi.

Tonton: Meroket Naik Rp 165.000 Per Gram! Cek Detail Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini

“Kalau masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global,” jelasnya.

Ia menyebut konsep ini serupa dengan gagasan transfer wujud dalam sistem lama, tetapi diterapkan secara global, bukan terbatas pada wilayah hukum nasional.

Berdasarkan seluruh rangkaian perhitungan dan parameter tersebut, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Selanjutnya: Pemerintah Klaim Positif Hasil Negosiasi Tarif Dagang dengan AS

Menarik Dibaca: 7 Film Fantasi Korea Terbaik, Temukan Rekomendasi Seru di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×