kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Muhammadiyah Jelaskan Alasan 1 Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari


Jumat, 30 Januari 2026 / 07:43 WIB
Muhammadiyah Jelaskan Alasan 1 Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari
ILUSTRASI. Muhammadiyah menjelaskan, penentuan 1 Ramadan 2026 berdasarkan KHGT, bukan rukyah lokal. (ANTARA/Saiful Bahri)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 GMT. Namun hingga sebelum pukul 24.00 GMT pada hari tersebut, tidak ada wilayah di dunia yang secara langsung memenuhi syarat elongasi dan ketinggian hilal.

Karena itu, Majelis Tarjih menggunakan parameter lanjutan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat. Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC+13), sehingga konjungsi berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya.

Selanjutnya, kondisi di benua Amerika ditinjau. Berdasarkan perhitungan geosentrik, wilayah Bethel di Alaska menunjukkan elongasi bulan telah melebihi 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.

“Artinya, parameter global telah terpenuhi di daratan Amerika. Meskipun wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi,” tegas Rahmadi.

Dengan terpenuhinya dua syarat lanjutan tersebut, maka awal bulan Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya, yakni Rabu, 18 Februari 2026.

Rahmadi menegaskan bahwa dalam sistem KHGT, terlihat atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. Data menunjukkan bahwa saat itu hilal di Indonesia, Makkah, dan Turki masih berada di bawah ufuk. Namun karena KHGT menganut prinsip kesatuan matla’, keterpenuhan parameter di satu wilayah dunia berlaku untuk seluruh bumi.

Tonton: Meroket Naik Rp 165.000 Per Gram! Cek Detail Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini

“Kalau masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global,” jelasnya.

Ia menyebut konsep ini serupa dengan gagasan transfer wujud dalam sistem lama, tetapi diterapkan secara global, bukan terbatas pada wilayah hukum nasional.

Berdasarkan seluruh rangkaian perhitungan dan parameter tersebut, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×