kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Muhaimin tak setuju menteri lepas jabatan Parpol


Kamis, 14 Agustus 2014 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Film Jung E, merupakan film Korea bergenre sci-fi yang bertema tentang kloning manusia dan bisa ditonton di Netflix.


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar tidak sependapat dengan gagasan bahwa menteri dalam kabinet pemerintahahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus melepas jabatan struktural di partai politik. Menurut Muhaimin, menteri yang memegang jabatan di parpol masih bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai menteri.

"Kayak sekarang saya ketua umum, full waktu saya 100 persen untuk menteri," kata Muhaimin di Rumah Transisi, Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta, Rabu (13/8/2014) malam.

Muhaimin mengatakan, posisinya sebagai Ketua Umum PKB saat ini tidak mengganggu kinerjanya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dia berdalih pekerjaannya di parpol tidak terlalu sibuk dan menyita banyak waktu.

"Saya di PKB kan hanya pidato, lalu pulang lagi. Enggak ngurus (banyak) karena sudah ada wakil ketua umum, sekretaris jenderal. Jadi soal konsentrasi aja," kilah Muhaimin.

Presiden terpilih Joko Widodo menginginkan menteri yang menjabat di pemerintahan yang akan dipimpinnya harus lepas dari parpol. Jokowi mengatakan masih mengkaji sejumlah kandidat menteri tersebut.

Muhaimin enggan berkomentar mengenai rencana pengunduran dirinya dari PKB apabila ia dipilih jadi menteri dan syarat larangan rangkap jabatan benar-benar diterapkan. Dia menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada Jokowi. "Belum dibicarakan, nanti gede rasa lagi. Orang belum diminta jadi menteri kok udah ngomong mundur," katanya. (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×