kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi masih pertimbangkan jabatan wakil menteri


Senin, 04 Agustus 2014 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Drama Korea The Heavenly Idol dari Kim Min Kyu, jadi salah satu rekomendasi drama Korea yang memiliki tema tentang sihir.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan perlu tidaknya jabatan wakil menteri. Jabatan tersebut mutlak dibutuhkan jika beban kerja di kementerian terkait berat. Namun jika beban kerja tak berat, maka jabatan itu akan ditiadakan. "Kami masih hitung kebutuhan," kata Jokowi, Senin (4/8).

Menurutnya, jabatan wakil menteri harus disesuaikan dengan anggaran yang ada sehingga mesti diperhitungkan secara cermat. Saat ini Jokowi masih belum membicarakan mengenai menteri termasuk kemungkinan sejumlah ketua umum partai pendukung yang akan mengisi posisi tersebut. Pihaknya saat ini tengah berbicara tentang persoalan dan rencana kebijakan. Jika semua sudah jelas soal kementerian yang final, barulah akan membicarakan posisi menteri.

Guna merumuskan kebijakan yang tepat untuk pemerintahannya. Jokowi membentuk tim transisi. Tim transisi  terdiri dari Kepala Staf, Rini M. Soemarno. Dibantu oleh empat deputi yaitu Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faizal. Selain kelima nama yang disebutkan ada penasihat senior dan satuan tugas khusus. Menurut Andi Widjajanto, tim tersebut memiliki masa tugas hingga 20 Oktober mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×