kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.942   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.341   -10,46   -0,16%
  • KOMPAS100 833   -1,77   -0,21%
  • LQ45 632   -2,31   -0,36%
  • ISSI 219   -0,69   -0,31%
  • IDX30 355   -1,13   -0,32%
  • IDXHIDIV20 434   -0,54   -0,12%
  • IDX80 95   -0,24   -0,26%
  • IDXV30 120   -0,36   -0,30%
  • IDXQ30 113   -0,33   -0,29%

MRT Jakarta Rekayasa Lalu Lintas Proyek Fase 2A CP203 Mulai 10 Agustus 2026


Kamis, 06 Agustus 2026 / 14:18 WIB
MRT Jakarta Rekayasa Lalu Lintas Proyek Fase 2A CP203 Mulai 10 Agustus 2026
ILUSTRASI. MRT Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Contract Package (CP) 203 mulai 10 Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Contract Package (CP) 203 mulai 10 Agustus 2026. Rekayasa dilakukan sebagai bagian dari tahapan konstruksi Stasiun Bawah Tanah Glodok dan Kota serta pembangunan terowongan.

Berdasarkan siaran pers yang diterima pada Kamis (6/8), proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 mencakup pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota, serta pembangunan terowongan sepanjang sekitar 690 meter dengan total panjang jalur sekitar 1,4 kilometer yang membentang dari Mangga Besar hingga Kota.
 

Sejak April 2021, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor pelaksana Sumitomo Mitsui Construction Company–Hutama Karya Joint Operation (SMCC–HK JO) telah menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap sesuai perkembangan pekerjaan konstruksi.

Seluruh pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
 

Baca Juga: Purbaya Beri Perpanjangan, Belanja Pegawai Daerah Belum Wajib 30% pada 2027

Pada area pembangunan Stasiun Glodok, rekayasa lalu lintas Tahap 4 akan diterapkan dalam tiga subtahap mulai 10 Agustus 2026 hingga 17 Mei 2027.

Selama periode tersebut, arus lalu lintas dua arah yang sebelumnya melalui Jalan Gajah Mada akan dialihkan ke Jalan Hayam Wuruk dengan sistem contra flow pada sebagian ruas jalan. Satu lajur menuju arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka.
 

Pada Tahap 4.2 yang berlangsung 10 September hingga 9 Oktober 2026, akses langsung dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara. Sebagai gantinya, satu lajur akses bagi penghuni dan pengunjung tetap tersedia di depan gate utara Hotel Novotel.

Selanjutnya pada Tahap 4.3 yang berlangsung hingga 17 Mei 2027, akses dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada kembali dibuka, sementara akses langsung dari gate utara Novotel menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara. Satu lajur akses di sisi barat tetap disediakan bagi penghuni dan pengunjung yang terdampak.
 

Sementara itu, di area pembangunan Stasiun Kota akan diberlakukan rekayasa lalu lintas Tahap 8 mulai 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027 untuk mendukung pembangunan koridor bawah tanah (underground passageway) yang menghubungkan area Stasiun Kota dengan entrance sisi utara.
 

Di Jalan Pintu Besar Selatan, kendaraan dari arah selatan menuju Kota Tua akan menggunakan jalur sisi barat. Adapun kendaraan dari arah utara menuju Mangga Besar akan memasuki Jalan Pintu Besar Selatan melalui sisi barat, kemudian dialihkan ke sisi timur sebelum kembali keluar melalui sisi barat.
 

Baca Juga: TKD 2027 Naik, Kemenkeu Pastikan Gaji PPPK Daerah Jadi Prioritas

Selama pekerjaan berlangsung, masing-masing satu lajur untuk setiap arah disediakan khusus bagi Bus TransJakarta, penghuni kawasan, serta kendaraan menuju pertokoan di Jalan Pintu Besar Selatan. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran, Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk seluruh kendaraan secara situasional sesuai pengaturan petugas di lapangan.
 

Rekayasa juga diterapkan di Simpang Asemka karena bagian tengah simpang digunakan sebagai area kerja konstruksi. Arus kendaraan dari Jalan Pintu Besar Utara menuju Jalan Pintu Besar Selatan maupun sebaliknya dialihkan melalui sisi barat area kerja dengan tetap mempertahankan satu lajur untuk masing-masing arah.

Sementara itu, Jalan Asemka mengalami penyempitan menjadi dua lajur untuk masing-masing arah, sedangkan Jalan Jembatan Batu tetap memiliki tiga lajur untuk setiap arah.

 "PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan konstruksi berlangsung. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat demi kelancaran Pembangunan MRT Jakarta yang akan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo, dalam keterangannya, hari ini.
 

Baca Juga: Bersiap! Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pekerjaan, PT MRT Jakarta bersama kontraktor pelaksana akan terus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan melalui penyediaan rambu lalu lintas, marka jalan, lampu penerangan, serta petugas pengatur lalu lintas di lapangan. 

“Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran serrta keselamatan bersama,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×