kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Morgan Stanley: Indonesia bisa jadi negara berbasis ekonomi digital terbesar di dunia


Jumat, 09 Oktober 2020 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. The Morgan Stanley logo is displayed at the post where it is traded on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 19, 2017. REUTERS/Brendan McDermid


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Morgan Stanley melihat peluang bahwa Indonesia bisa menjadi negara berbasis ekonomi digital terbesar di dunia.

Berdasarkan riset Morgan Stanley yang diterima Kontan.co.id, di negara-negara ASEAN saja, Indonesia menduduki peringkat kedua negara dengan investasi startups terbesar, setelah Singapura.

Bahkan, berdasarkan studi dari Google, Temasek, dan Bain, ekonomi berbasis internet Indonesia digadang bisa mencapai US$ 133 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV) di tahun 2025.

Baca Juga: Morgan Stanley: UU Cipta Kerja bisa mendongkrak tiga tren utama ini

“Jumlah tersebut bahkan telah melingkupi 43% dari total ekonomi berbasis internet di ASEAN,” ujar lembaga tersebut.

Dengan kondisi ini, Morgan Stanley pun berharap agar Indonesia bisa menangkap peluang tersebut. Bila Indonesia mampu, maka ekonomi berbasis internet bisa menjadi salah satu kekuatan dalam menopang perekonomian domestik secara keseluruhan.

Belum lagi, bila partisipasi yang lebih tinggi dari perusahaan teknologi memungkinkan untuk mempercepat proses bisnis sehingga lebih efisien.

Selain itu, dengan semakin canggihnya teknologi, transparansi berpotensi membaik, akses yang lebih besar bagi UMKM, dan bahkan, peningkatan inklusi keuangan.

“Bahkan dalam jangka panjang pun, ini bisa berpotensi lebih meningkatkan daya beli sehingga menggenjot konsumsi,” tandas mereka.

Selanjutnya: Meneropong prospek saham-saham big cap hingga akhir 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×