kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Monolog di Hari Ibu, Sri Mulyani hampir menitikkan air mata


Senin, 23 Desember 2019 / 08:06 WIB
ILUSTRASI. Sri Mulyani.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Minggu (22/12/2019) mengadakan perayaan Hari Ibu dengan tema 'Kerja Profesional tanpa Pelecehan Seksual'. Di dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Tak sekadar menjadi pembicara seperti di acara-acara lain, Sri Mulyani dalam perayaan tersebut melakukan aksi monolog. Di dalam monolognya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengajak perempuan untuk berani dan lantang menyuarakan perlawanan terhadap pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. 

Selain itu, dia juga mengatakan pentingnya peran ibu dan keluarga sehingga perempuan bisa lebih terbuka mengenai pengalaman baik maupun buruk yang dia rasakan. 

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani minta Bea Cukai tingkatkan pengawasan terhadap barang impor ilegal

Pasalnya selama ini, nilai-nilai sosial di masyarakat kerap menjadi pembatas bagi perempuan untuk bisa berbicara ketika mengalami pelecehan dan kekerasan seksual. "Ada nilai-nilai sosial yang mengikat perempuan dalam ruang publik. Sehingga sering membatasi gerak, bahkan ketika terjadi pelecehan pada diri sendiri, perempuan kerap takut bicara," ujar dia. 

"Banyak alasan melatarbelakangi, seperti trauma, tidak mau disudutkan dengan pertanyaan dan enggan menjadi sorotan. Peran Ibu sangat penting untuk bisa jadi teman di saat yang sulit seperti ini. Keterbukaan dalam rumah sejak dini, bisa sangat menolong anak-anak kita untuk lebih mudah berbagi, dan menceritakan pengalaman mereka baik atau buruk," lanjut Sri Mulyani. 

Baca Juga: Menkeu: Jiwasraya Sempat Membaik

Dalam monolog tersebut, perempuan yang akrab disapa Ani itu pun hampir meneteskan air mata ketika mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang ibu. Dengan suara parau, Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya peran ibu dalam menguatkan, mengayomi dan mendoakan anak-anaknya setiap hari. 

"Ibu terima kasih ku tak akan pernah terhenti. Ibuku cinta kasihku. Ibu terima kasihku tak akan pernah terhenti. Ibuku cinta kasihku. Selamat Hari Ibu," ujar dia. 

Adapun berikut kutipan lengkap dari monolog Sri Mulyani: 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×