kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Momen Lebaran 2020 diprediksi tak dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II


Senin, 18 Mei 2020 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja kebutuhan pangan di Carefour Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah akan menggelontorkan stimulus demi mendongkrak konsumsi rumah tangga, dimana sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada k


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Namun seiring adanya proyeksi dari Bank Dunia serta pandemi yang belum mereda, maka dapat dipastikan bahwa remintansi dana dari PMI menjelang lebaran tahun ini juga mengalami penurunan yang tajam.

"Dengan Covid-19 yang melanda negara tempat PMI bekerja, tentu mereka juga akan lebih hemat dan punya hitungan sendiri untuk mengirimkan uang ke keluarganya di kampung," papar Sarman.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Media Nusantara Citra (MNCN) dan Surya Citra Media (SCMA) ini

Melihat kondisi tersebut, maka momen Idulfitri di tahun ini tidak dapat diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, HIPPI memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 akan berada di bawah realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 sebesar 2,97%.

"Kami berharap agar pemerintah mampu mengendalikan dan mematikan penyebaran virus Covid-19 secepatnya. Melalui regulasi dan kebijakan yang konsisten, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dan memiliki standar kesehatan yang jelas agar pandemi cepat berlalu, serta dunia usaha dapat aktif kembali," kata Sarman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×