Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
Keduanya menikmati suguhan kuliner khas Banyuwangi sambil bercengkerama berhadap-berhadapan dibatasi sekat mika transparan yang telah disesuaikan guna mencegah adanya paparan droplets yang keluar dari mulut dan hidung.
Usai santap siang, Bupati Azwar Anas kemudian mengajak Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo untuk menikmati pesona Agrowisata Taman Suruh Banyuwangi. Jaraknya hanya 15 menit menggunakan mobil dari Sanggar Genjah Arum.
Agrowisata dengan luas 10 hektar tersebut telah menerapkan standar pariwisata normal baru yang dimulai dari fasilitas protokol kesehatan hingga skema pembatasan pengunjung.
Di pintu masuk, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Setiap pengunjung wajib melalui pemeriksaan tersebut.
Fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabunnya juga tersedia di pintu masuk, maupun di beberapa titik di area agrowisata.
Doni Monardo merasakan sendiri kesegaran mata air alami yang dialirkan melalui pipa-pipa untuk kebutuhan kebersihan, pengairan hingga perikanan di satu kawasan.
Selain itu, pihak pengelola agrowisata juga sepakat membatasi jumlah pengunjung guna menghindari kerumunan massa.
Dengan penerapan protokol yang ketat, siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi akan merasa tenang karena sudah mengikuti aturan kesehatan yang ditetapkan.
- Filosofi Kopai Osing, Sekali Seduh Kita Bersaudara
Mengulik sedikit mengenai Sanggar Genjah Arum, nama sanggar "Genjah Arum" berasal dari varietas padi yang banyak ditanam di Banyuwangi. Hingga saat ini genjah arum masih ditanam secara organik.
Sanggar yang mempertahankan nuansa asli Suku Osing Banyuwangi itu memang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Desa Adat Kemiren, rumah bagi para pegiat seni budaya serta penikmat kopi.
SELANJUTNYA>>>