kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Migran Care: Sidang Wilfrida Soik Bertele-tele


Minggu, 17 November 2013 / 13:35 WIB
ILUSTRASI. Jangan Sepelekan Jika Telapak Kaki Sering Panas di Malam Hari


Sumber: TribunNews.co | Editor: Hendra Gunawan

KELANTAN. Migrant Care, lembaga nonprofit buruh migran, merasa kecewa terhadap proses persidangan terhadap tenaga kerja Indonesia yang  dituntut hukuman mati di Malaysia, Wilfrida Soik.

Seusai lanjutan persidangan Wilfrida di Mahkamah Tinggi, Kota Baru, Kelantan, Minggu (17/11) pukul 09.00 waktu Malaysia, Direktur Migrant Care Anis Hidayah mengungkapkan kekecewannya tersebut.

Ia menuturkan, penyelesaikan kasus Wilfrida oleh pengadilan Malaysia berlangsung secara betele-tele. Padahal, proses persidangan perempuan asal Belu, Nusa Tenggara Timur, itu sudah digelar sejak tahun 2011.

"Proses persidangan sampai saat ini saya anggap bertele-tele. Soal uji tulang Wilfrida dan lainnya, kenapa baru ditanyakan sekarang? Padahal persidangan sudah dilakukan sejak Februari 2011," kata Anis Hidayah.

Anis juga mengakui, sudah menyerahkan bukti data untuk menguatkan posisi Wilfrida untuk menjawab pertanyaan dewan hakim sebelumnya mengenai paspor palsu yang dipakai Wilfrida masuk Malaysia.

Termasuk surat akte Wilfrida Soik dari keuskupan Belu, Nusa Tenggara Timur. "Yang kami kecewa adalah, selama menjalani persidangan, Wilfrida tidak didamping ahli bahasa. Padahal, saat persidangan, saya yakin Wilfrida belum tentu mengerti apa yang terungkap dalam persidangan," keluh Wilfrida lagi. (Rachmat Hidayat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×