kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Metro Mini dan Kopaja kompak turunkan tarif


Sabtu, 17 Januari 2015 / 17:36 WIB
Metro Mini dan Kopaja kompak turunkan tarif
ILUSTRASI. Jadwal lengkap kereta (KA) Prameks, Senin-Minggu, 31 Juli - 6 Agustus 2023


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Para sopir metro mini dan kopaja mengaku tidak keberatan bila pemerintah mewajibkan mereka untuk menurunkan tarif pasca penurunan harga premiun dan solar, Senin, (19/1). Mereka menganggap hal tersebut merupakan keputusan pemerintah yang tidak dapat diganggu gugat.

"Ya kalau sudah keputusan pemerintah sih enggak bisa diganggu gugat. Masa berani ganggu (keputusan) pemerintah," kata Marhadi, salah satu sopir kopaja 57, saat ditemui di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1). 

Marhadi menambahkan bahwa keputusan apapun yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan tarif angkutan umum harus dihargai.

Serupa dengan Marhadi, Pane, sopir metro mini 610, juga tak berkeberatan bila tarif angkutan umum diturunkan. 

Kata Pane, bila tarif angkutan diturunkan maka besarnya setoran yang harus didapatkannya juga akan menurun. "Ya jelas mau. Kalau tarifnya turun kan setorannya juga turun," kata Pane pada Kompas.com.

Pandangan senada juga diungkapkan oleh sopir metro mini 610 lainnya, Tanjung. Meskipun penurunan harga Solar tidak berpengaruh secara signifikan, Tanjung bersedia bila tarif angkutan umum diturunkan. "Ya kalau memang katanya turun ya ngikut, enggak keberatan," ucap Tanjung.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan menyesuaikan tarif angkutan umum seiring penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Menurut dia, penyesuaian tarif angkutan umum juga tergantung Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI.

"Seharusnya kalau harga BBM subsidi turun, ya tarifnya disesuaikan, kami enggak tahu hitungannya bagaimana. Organda itu giliran tarifnya naik mau, giliran harga BBM turun enggak mau turunin tarif angkot," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (16/1). (Tara Marchelin Tamaela)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×