kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Meski Turun, Bank Indonesia (BI) Bakal Terus Terbitkan SRBI


Jumat, 24 Oktober 2025 / 11:25 WIB
Meski Turun, Bank Indonesia (BI) Bakal Terus Terbitkan SRBI
ILUSTRASI. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus menurun menjadi Rp 707,05 triliun pada 21 Oktober 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – BUKITTINGGI. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus menurun sebagai langkah ekspansi likuiditas. Nilainya tercatat turun dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 707,05 triliun pada 21 Oktober 2025.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya menyampaikan, meski nilainya terus menurun, penerbitan SRBI masih akan terus dilakukan.

Pasalnya, SRBI ini merupakan instrumen moneter, instrumen kontraksi, yang tentunya masih akan terus diperlukan sebagai bagian dari operasi moneter.

“Jadi SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada,” tutur Juli dalam pelatihan wartawan BI, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga: BI Rate Dipangkas, Imbal Hasil SRBI hingga SPN Turun tapi Bunga Kredit Masih Tinggi

Juli menjelaskan, bahwa operasi moneter dapat dilakukan dalam bentuk penyerapan likuiditas dari sistem apabila diperlukan, atau penambahan likuiditas jika kebijakan yang diterapkan bersifat ekspansif.

Ia juga menambahkan bahwa instrumen moneter tersebut dimaksudkan untuk mentransmisikan kebijakan dari BI-Rate ke suku bunga pasar uang, suku bunga perbankan, dan pada akhirnya ke sektor riil.

Ke depan, Juli menambahkan, selain melalui instrumen SRBI, menerbitkan BI-FRN (Floating Rate Note) dan pengembangan Overnight Index Swap (OIS) untuk tenor di atas overnight untuk membentuk struktur suku bunga yang berdasarkan transaksi di pasar uang.

“Instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×