Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 masih menemukan banyak botol air zamzam yang disembunyikan di dalam koper bagasi oleh jemaah haji Indonesia. Padahal, jemaah telah berulang kali diingatkan agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper besar maupun tas kabin karena melanggar aturan keselamatan penerbangan.
Tumpukan air Zamzam tersebut ditemukan saat Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah PPIH Arab Saudi 2026, Khalilurrahman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang logistik tempat penyimpanan barang-barang sitaan milik jemaah haji, Selasa (16/6). Biasanya koper jemaah akan dikumpulkan setidaknya dua hari sebelum kepulangan untuk diperiksa ulang petugas,
Di area pemeriksaan bagasi keberangkatan Madinah, tampak tumpukan botol air zamzam hasil sitaan petugas dari koper jemaah yang akan diterbangkan ke Tanah Air. Temuan tersebut terjadi pada hari pertama proses pemeriksaan bagasi jemaah gelombang kedua.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengatakan pihaknya telah berulang kali mengimbau jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun kabin pesawat.
Baca Juga: Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan
Khalilurrahman menegaskan, larangan tersebut bukan tanpa alasan. Jika botol air bocor selama penerbangan, cairan yang merembes dapat mengganggu sistem keselamatan dan berpotensi membahayakan penerbangan.
Ia menyebut, pada hari pertama saja jumlah air zamzam yang disita sudah cukup banyak. Jika jemaah terus mengabaikan aturan, tumpukan botol yang diamankan petugas diperkirakan akan semakin besar hingga akhir masa pemulangan.
Selain air zamzam, petugas juga masih menemukan barang-barang terlarang lainnya di dalam koper bagasi, seperti power bank, korek api, hingga benda-benda yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Khalilurrahman menegaskan seluruh koper jemaah akan melalui proses pemeriksaan menggunakan mesin X-ray sehingga upaya menyelundupkan air zamzam hampir pasti akan terdeteksi.
"Semua koper diperiksa melalui X-ray dan akan terbaca. Jika terdapat barang terlarang, akan langsung terbaca dan petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan," ujarnya kepada Media Center Haji.
Apabila ditemukan air zamzam atau barang terlarang lainnya, koper akan dibuka oleh petugas untuk mengeluarkan barang tersebut sebelum diterbangkan. Meski demikian, proses pembongkaran dilakukan dengan pengawasan ketat agar barang-barang berharga milik jemaah tetap aman.
Baca Juga: Pintu 310 Masjid Nabawi: Titik Favorit Jemaah Ambil Air Zamzam Gratis Lebih Banyak
Ia kembali mengingatkan bahwa jemaah tidak perlu khawatir kehabisan air zamzam setibanya di Indonesia. Sebab, setiap jemaah akan memperoleh jatah resmi 5 liter air zamzam yang dibagikan di debarkasi setelah tiba di Tanah Air.
Selain itu, jemaah sebenarnya masih diperbolehkan membawa air minum untuk kebutuhan selama perjalanan dalam jumlah terbatas di tas pribadi atau tas ransel sesuai ketentuan maskapai dan pemeriksaan keamanan. Karena itu, tidak ada alasan untuk menyimpan botol-botol air zamzam di dalam koper bagasi yang berisiko disita sebelum keberangkatan.
Ia berharap jemaah mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar proses pemulangan berlangsung lancar, aman, dan tidak menimbulkan keterlambatan akibat pemeriksaan ulang bagasi.
Adapun setelah melalui pemeriksaan di gudang logistik, koper-koper tersebut nantinya masih akan menjalani pemeriksaan ulang setibanya di bandara. Alat deteksi di bandara memiliki tingkat sensitivitas yang sama, sehingga potensi barang terlarang lolos dari pengawasan sangatlah kecil.
Khalilurrahman pun memahami niat baik jemaah yang ingin membawa oleh-oleh, namun menekankan pentingnya aspek keselamatan penerbangan.
“Membawa air zamzam untuk dibagikan sanak saudara itu baik, tetapi harus sesuai koridor atau melalui cara yang resmi. Jika di dalam bagasi kemudian ada kebocoran, maka bisa membahayakan penerbangan,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Pemulangan Jemaah, Kemenhaj Ingatkan Aturan Bagasi dan Larangan Bawa Zamzam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













