kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.720   13,00   0,07%
  • IDX 6.487   25,37   0,39%
  • KOMPAS100 857   1,44   0,17%
  • LQ45 652   0,81   0,12%
  • ISSI 225   2,07   0,93%
  • IDX30 361   -0,11   -0,03%
  • IDXHIDIV20 451   -0,08   -0,02%
  • IDX80 98   0,11   0,11%
  • IDXV30 125   0,27   0,22%
  • IDXQ30 116   -0,11   -0,10%

Menteri Pertanian: Kenapa tiba-tiba terjadi lonjakan harga bawang seperti itu?


Senin, 17 Februari 2020 / 22:28 WIB
ILUSTRASI. Belakangan ini, harga bawang putih melonjak tajam. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan ini, harga bawang putih melonjak tajam. Meskipun Indonesia masih memiliki ketergantungan impor bawang putih dari negara lain, tetapi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan sebenarnya produksi dalam negeri untuk komoditas bawang putih, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

"Mengenai harga bawang putih yang naik, sebenarnya dalam data Kementan cukup, yang mengherankan kenapa tiba-tiba terjadi lonjakan seperti itu," ujar Syahrul dalam agenda rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI, Senin (17/2).

Baca Juga: Kementan: Imbas virus corona, ekspor-impor komoditas mengalami penurunan drastis

Menurutnya, salah satu penyebab lonjakan harga ini bukan disebabkan karena adanya penurunan ketersediaan bawang putih. Namun, adanya kepanikan masyarakat terhadap wabah virus Korona.

"Ini menurut saya adalah panic buying, ada kepanikan publik, distributornya juga mengurangi penjatahannya ke pasar, karena dia takut besok karena corona tidak ada lagi impor yang bisa masuk. Kedua, publik juga seperti itu, takut kehilangan bawang putih, sehingga membeli lebih cepat," ungkapnya.




TERBARU

[X]
×