kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Menteri Perdagangan malu RI impor jeroan


Selasa, 03 Februari 2015 / 13:55 WIB
Menteri Perdagangan malu RI impor jeroan
ILUSTRASI. Begini perkiraan cuaca di Bekasi, Depok dan Bogor pada Kamis (17/8).


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku malu apabila Indonesia harus mengimpor jeroan. Pasalnya, di pasar luar negeri, jeroan diperdagangkan sebagai makanan untuk hewan.

"Soal jeroan, sebagai Menteri Perdagangan saya malu juga kalau harus impor jeroan. Sementara negara yang ekspor jeroan itu bukan untuk konsumsi manusia namun untuk konsumen hewan. Bagaimana kita mau mengimpor coba," ujar Rachmat Gobel di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia mengatakan, Kemendag akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait impor jeroan itu. Bahkan, Rachmat juga akan bekerjasama agar Indonesia tak lagi mengimpor jeroan.

Selain itu, Kemendag juga akan membicarakan masalah integrasi industri peternakan sehingga tak perlu lagi ada impor jeroan.

"Ini adalah tugas Kementerian Perdagangan untuk mengatur dan mengatasi untuk hal itu, maka perlu ada kordinasi dengan Kementerian Pertanian. Khususnya peternakan langkah apa yang harus dibuat ke depan supaya tidak bergantung pada hal-hal seperti itu," kata dia.

"Nantinya industri peternakan yang terintegrasi harus dibangun. Dari mulai peternakan hingga industri harus dibangun. Dari industri kecil yang membuat bahan baku berkualitas," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengatakan hal yang sama dengan Mendag. Amran berkomitmen untuk tak lagi mengimpor jeroan. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×